Fakta Unik: Ada Lima Pasar Terbengkalai di Serang, DPRD Dorong Revitalisasi Pasar Serang
DPRD Kota Serang mendesak Pemkot Serang untuk segera melakukan revitalisasi Pasar Serang, khususnya lima pasar rakyat yang kondisinya terbengkalai. Mengapa pasar-pasar ini dibiarkan?
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Provinsi Banten, menyoroti kondisi lima pasar rakyat yang terbengkalai di wilayahnya. Kondisi ini memicu desakan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Serang segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah proaktif untuk menghidupkan kembali aset-aset penting tersebut. Permintaan ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Roni Alfanto, pada Rabu (28/8).
Roni Alfanto menegaskan bahwa pembangunan pasar-pasar tersebut merupakan janji politik yang harus direalisasikan demi kepentingan masyarakat. Ia mendesak dinas terkait untuk lebih proaktif dan kreatif dalam mengelola aset pemerintah yang kini tidak berfungsi optimal. Desakan ini menjadi perhatian serius mengingat potensi ekonomi yang hilang akibat pasar yang tidak beroperasi.
Lima pasar yang menjadi sorotan utama DPRD adalah Pasar Taktakan, Pasar Lebak Wangi, Pasar Jenggot, Pasar Jakung, dan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM). Pasar-pasar ini diharapkan dapat menjadi pusat perekonomian lokal jika dikelola dengan baik. Kondisi terbengkalai ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pembangunan dan pengelolaan aset daerah.
Sorotan DPRD Terhadap Pasar Terbengkalai
Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Roni Alfanto, secara tegas meminta Pemkot Serang untuk mengevaluasi menyeluruh kondisi lima pasar rakyat yang terbengkalai. Menurutnya, dinas terkait harus lebih proaktif dalam menghidupkan kembali pasar-pasar tersebut dan kreatif dalam menarik minat para pedagang. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan janji politik pembangunan pasar dapat terpenuhi.
Alfanto menyebutkan secara spesifik kelima pasar yang dimaksud, yaitu Pasar Taktakan, Pasar Lebak Wangi, Pasar Jenggot, Pasar Jakung, dan Sentra IKM. Keberadaan pasar-pasar ini yang tidak berfungsi optimal menjadi indikator perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah. DPRD melihat ini sebagai masalah yang harus segera dicarikan solusinya.
DPRD juga mengingatkan bahwa pembangunan pasar-pasar ini merupakan bagian dari janji politik yang harus dilaksanakan. Oleh karena itu, Pemkot Serang diharapkan dapat menindaklanjuti dengan serius. Revitalisasi pasar Serang ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga upaya untuk mengembalikan fungsi ekonomi dan sosialnya.
Strategi Menghidupkan Kembali Pasar Rakyat
Untuk menghidupkan kembali pasar yang sepi pengunjung, Roni Alfanto menekankan pentingnya ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat menyediakan fasilitas penunjang yang layak, seperti MCK yang bersih dan akses jalan yang memadai. Fasilitas dasar ini sangat penting untuk kenyamanan baik pedagang maupun pembeli.
Selain fasilitas, DPRD juga menyarankan agar Pemkot Serang sering mengadakan berbagai acara atau event di area pasar. Kegiatan semacam ini diyakini dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung dan berbelanja di pasar. Konsep 'pasar itu hidup kalau ada pembeli' menjadi landasan pemikiran dalam strategi ini.
Dengan adanya fasilitas yang memadai dan kegiatan yang menarik, diharapkan pedagang akan merasa nyaman berdagang dan pengunjung akan datang. Roni Alfanto percaya bahwa dengan upaya-upaya ini, lambat laun pasar-pasar yang kini terbengkalai dapat kembali ramai. Ini adalah bagian dari upaya revitalisasi pasar Serang yang komprehensif.
Respons Pemkot Serang dan Tantangan Fiskal
Menanggapi desakan DPRD, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengakui adanya beberapa pasar yang tidak beroperasi secara optimal. Ia menyatakan komitmen pemerintah untuk melakukan verifikasi terhadap kondisi pasar-pasar tersebut. Verifikasi ini bertujuan untuk menentukan skala prioritas perbaikan yang akan dilakukan.
Budi Rustandi menjelaskan bahwa perbaikan pasar-pasar tersebut akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada komitmen, realisasi penuh mungkin membutuhkan waktu dan perencanaan anggaran yang matang. Pemkot akan memprioritaskan pasar mana yang paling mendesak untuk diperbaiki.
Meskipun Pemkot Serang memiliki fokus pada pasar-pasar besar seperti Pasar Rau dan Kepandean, Roni Alfanto dari DPRD tetap mengingatkan agar lima pasar yang terbengkalai tidak dilupakan. DPRD mendukung skala prioritas yang ditetapkan pemerintah, namun tetap menekankan pentingnya pengelolaan dan revitalisasi pasar Serang secara merata, termasuk pasar-pasar kecil yang kini terbengkalai.
Sumber: AntaraNews