Tanah Abang Dipadati dan Semrawut, Rano Karno: Itu Lazim Terjadi Setiap Tahun
Rano merespons pertanyaan awak media mengenai maraknya keberadaan juru parkir (Jukir) liar dan kondisi Tanah Abang yang kembali terlihat berantakan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai kondisi semrawut di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada awal Ramadan sebagai fenomena yang lazim terjadi setiap tahun seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan kunjungan masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Rano merespons pertanyaan awak media mengenai maraknya keberadaan juru parkir (Jukir) liar dan kondisi Tanah Abang yang kembali terlihat berantakan menjelang Ramadan 1447 H.
"Saya bilang, marilah kita pahami ini awal-awal Ramadan biasanya seperti itu," kata Rano di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/2).
Menertibkan Jukir liar
Meski begitu, ia memastikan penertiban kawasan Tanah Abang mulai dilakukan. Rano menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mulai menertibkan Jukir liar hingga merapikan area pasar agar kegiatan jual beli selama Ramadan tetap berjalan lancar.
"Tapi Insyaallah jukir juga di Tanah Abang sudah mulai ditertibkan. Pasar-pasar sudah mulai dirapikan,” ujarnya.
Rano juga menyinggung soal kondisi ekonomi Jakarta yang sebelumnya sempat terganggu. Menurutnya, pusat perbelanjaan Tanah Abang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi ibu kota.
“Sempat ekonomi Jakarta terganggu. Tapi yang namanya pasar Tanah Abang, kita memberikan dukungan besar. Kenapa? Itulah sentra ekonomi terbesar di Jakarta,” katanya.
Tanah Abang Berpengaruh Signifikan
Ia mengaku merasa senang melihat keramaian Tanah Abang belakangan ini, terutama selama perayaan berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), termasuk menjelang Ramadan. Pasalnya, kata Rano aktivitas jual beli di Tanah Abang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jakarta.
"Hari ini coba kita lihat di TV, semalam saya begitu lihat di TV, bahagia saya. Orang ke pasar Tanah Abang tahu mau belanja apa tidak, rame," ucapnya.
Rano juga menyoroti perubahan pola dagang para pedagang di Tanah Abang yang mulai memanfaatkan berbagai platform digital. Dia menilai, perubahan tersebut sebagai hal yang baik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
"Bahkan ibu-ibu yang jualan sekarang udah pakai jualan pakai TikTok. Karena memang kita mesti sadar, memang begitu sekarang medianya," kata Rano.