Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menanggapi viralnya praktik juru parkir (jukir) liar di kawasan Tanah Abang yang diduga mematok tarif hingga Rp100 ribu per kendaraan. Rano menegaskan bahwa penertiban akan segera dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur aparat untuk menertibkan aktivitas parkir ilegal dan memastikan ketertiban di wilayah tersebut.
“Itu sudah paham-lah kita. Bukan berarti kita toleransi, tapi semuanya juga ditertibkan," kata Rano usai meluncurkan event transisi Ramadan 1444 Hijriah bertema 'Double Blessing: Chinese New Year and Ramadan Karim' di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (17/2).
Advertisement
Ia mengakui kondisi kemacetan di Tanah Abang kerap terjadi pada momen-momen tertentu yang sifatnya musiman, seperti saat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran atas praktik pungutan liar oleh oknum jukir.
“Tapi marilah kita coba pahami, ini kan situasi setahun sekali. Ini macet, setahun sekali tidak apa-apa. Tapi artinya jukir-jukir itu sudah dibenahi. Ya terpaksa ditindak juga, ada yang ditangkap, dikasih pembinaan, itu sudah hal biasalah. Mudah-mudahan itu akan menjadi jauh lebih baik lagi,” jelasnya.
Rano menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sama sekali tidak menoleransi praktik jukir liar yang meresahkan masyarakat. Ia memastikan penindakan telah dan akan terus dilakukan, termasuk melalui operasi gabungan.
“Pasti Satpol PP, Polisi juga sudah turun, teman-teman dari TNI juga sudah turun. Kemudian kita juga ada pamong-pamong apa namanya, Satpol PP khusus pariwisata juga sudah turun,” ucapnya.
Advertisement
Ia optimistis kondisi di lapangan akan segera membaik dalam waktu dekat. Rano menargetkan kawasan Tanah Abang tertib dari jukir liar dalam waktu 2-3 hari ke depan.
“Tapi artinya marilah kita sambut ini, ini kan awal, baru nih. Ya mudah-mudahan nanti, saya yakin dalam 2-3 hari akan jauh lebih tertib,” katanya.