Perputaran Uang di Jakarta Selama Libur Imlek 2026 Ternyata Tembus Rp9 Triliun
Rano optimistis, memasuki Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H nilai transaksi ekonomi di Jakarta akan meningkat tajam dan berpotensi menembus Rp20 triliun.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menyebut bahwa perputaran ekonomi selama hari libur perayaan Imlek 2025 di Jakarta mencapai Rp9 triliun. Menurutnya, besaran itu menjadi sinyal kuat bahwa momentum hari besar keagamaan berdampak signifikan terhadap geliat ekonomi di ibu kota.
"Kalau kita baca di media hari ini, kegiatan Imlek kemarin perputaran ekonomi di Jakarta Rp9 triliun," kata Rano di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/2).
Rano optimistis, memasuki Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H nilai transaksi ekonomi di Jakarta akan meningkat tajam dan berpotensi menembus Rp20 triliun.
"Masuk Ramadan menuju Idul Fitri, yakin saya di atas Rp20 triliun," kata dia.
Dia juga menyoroti adanya momentum perayaan Nyepi pada 8 Maret 2026. Rano menilai, Nyepi diperkirakan kembali mendorong pergerakan ekonomi Jakarta.
Jaga Jakarta Berbagai Aspek
Meski begitu, ia menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak semata-mata berfokus pada angka ekonomi. Rano menyebut bahwa stabilitas kota menjadi prasyarat utama agar perputaran ekonomi terus tumbuh.
Oleh karenanya, dia mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah ibu kota agar bersama-sama menjaga Jakarta dari berbagai aspek, mulai dari ketertiban, kebersihan, keamanan hingga kenyamanan.
"Saya mohon, Pak Gubernur juga mohon, mari kita jaga Jakarta dari segala aspek. Kita jaga ekonomi, kita jaga ketertiban, kita jaga kebersihan, kita jaga keamanan, kita jaga kenyamanan," katanya.