Revitalisasi Pasar Jakarta: Tak Cukup Fisik, Ekosistem Jadi Kunci Peningkatan Daya Tarik
Anggota DPRD DKI Jakarta menyoroti pentingnya Revitalisasi Pasar Jakarta yang tidak hanya fokus pada fisik bangunan, melainkan juga pembenahan ekosistem pasar demi menarik minat masyarakat dan bersaing dengan ritel modern.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, mendesak agar Revitalisasi Pasar Jakarta tidak hanya terpaku pada aspek fisik bangunan. Ia menekankan pentingnya pembenahan ekosistem pasar secara menyeluruh untuk meningkatkan daya tarik masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Rio di Jakarta pada hari Jumat, menyoroti kebutuhan akan pendekatan holistik.
Menurut Rio, revitalisasi yang komprehensif, termasuk pada sistem logistik, kebersihan, dan manajemen pengelolaan, akan memperbaiki citra pasar rakyat. Hal ini diharapkan dapat membuat pasar tradisional lebih kompetitif di tengah gempuran ritel modern. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi pengunjung.
Dorongan ini muncul seiring dengan peresmian Pasar Kombongan di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang baru saja direvitalisasi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan pasar tersebut pada Selasa (6/1) setelah mangkrak selama empat tahun. Revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menghidupkan kembali pasar-pasar rakyat yang terbengkalai.
Menguatkan Ekosistem dan Manajemen Pasar Tradisional
Dwi Rio Sambodo mengusulkan pembentukan unit pengelola pasar yang profesional dan akuntabel di bawah BUMD terkait. Unit ini akan didukung oleh sistem pengadaan barang terpusat dan reservasi lapak berbasis digital. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi pengelolaan pasar.
Integrasi pasar tradisional dengan platform e-commerce lokal juga dinilai krusial untuk memperluas jangkauan pemasaran pedagang. Inisiatif ini memungkinkan produk-produk pasar tradisional diakses oleh lebih banyak konsumen. Dengan demikian, pedagang dapat bersaing lebih efektif di era digital saat ini.
Rio menambahkan bahwa pasar di Jakarta perlu dikembangkan sebagai ruang ekonomi dan sosial yang dinamis. Hal ini dapat dicapai dengan menyediakan area kuliner khas dan ruang interaksi publik. Selain itu, ruang kreatif serta event budaya berkala juga penting untuk meningkatkan daya tarik pasar.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pengelola pasar harus memastikan fasilitas ramah anak dan lansia tersedia. Ketersediaan toilet yang bersih dan layak juga menjadi prioritas utama. Pedagang juga didorong untuk menjaga kualitas serta kebersihan produknya agar mampu bersaing dengan ritel modern.
Revitalisasi Pasar Kombongan sebagai Contoh Nyata
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo telah meresmikan Pasar Kombongan di Kemayoran, Jakarta Pusat. Peresmian ini dilakukan pada Selasa (6/1), menandai berakhirnya masa mangkrak pasar tersebut selama empat hingga lima tahun. “Pasar Kombongan sudah mangkrak selama 4-5 tahun. Hari ini, sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Pramono di Pasar Kombongan.
Revitalisasi Pasar Kombongan merupakan bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta untuk menghidupkan kembali pasar-pasar rakyat. Pasar yang sebelumnya terbengkalai kini tampil lebih representatif dan modern. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan infrastruktur pasar.
Setelah direvitalisasi, Pasar Kombongan kini memiliki dua lantai dan mampu menampung 121 kios serta 50 los. Fasilitas yang lebih baik ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli. Dengan demikian, pasar ini diharapkan dapat kembali menjadi pusat ekonomi masyarakat setempat.
Sumber: AntaraNews