Dukcapil: Data Penduduk Indonesia Capai 288,3 Juta Jiwa per Desember 2025
Simak rincian Data Penduduk Indonesia per akhir 2025 yang mencapai 288,3 juta jiwa, didominasi usia produktif dan sebaran di Jawa, menunjukkan potensi bonus demografi yang besar.
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis Data Penduduk Indonesia terbaru. Total populasi negara ini mencapai 288.315.089 jiwa per 31 Desember 2025.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 1.621.396 jiwa dibandingkan periode semester satu tahun yang sama. Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, menyampaikan rincian data ini dalam rilis Data Kependudukan Bersih Semester II 2025 di Jakarta.
Teguh Setyabudi menegaskan bahwa jumlah penduduk Indonesia telah jauh melampaui perkiraan sebelumnya. Informasi ini sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional dan optimalisasi potensi bonus demografi.
Pertumbuhan dan Komposisi Data Penduduk Indonesia
Data Penduduk Indonesia bersih Semester II 2025 yang diumumkan oleh Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mencatat total 288.315.089 jiwa. Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan data pada semester sebelumnya.
Dari total populasi tersebut, komposisi berdasarkan jenis kelamin menunjukkan dominasi laki-laki. Tercatat 145.498.092 jiwa adalah laki-laki, sedangkan jumlah penduduk perempuan mencapai 142.816.997 jiwa.
Teguh Setyabudi menyoroti bahwa angka ini jauh melampaui data historis yang mungkin masih terekam di benak publik. Pertumbuhan populasi ini menunjukkan dinamika demografi yang perlu diperhatikan dalam berbagai kebijakan pemerintah.
Potensi Bonus Demografi dan Usia Produktif
Analisis Data Penduduk Indonesia menyoroti besarnya kelompok usia produktif. Penduduk dengan rentang usia 15 hingga 64 tahun mencapai 199.026.595 jiwa, atau setara dengan 69,03 persen dari total penduduk.
Kelompok usia 40–44 tahun menjadi yang paling dominan dalam kategori usia produktif, dengan jumlah 14.866.704 jiwa. Selanjutnya, diikuti oleh penduduk usia 35–39 tahun sebanyak 14.367.828 jiwa, dan usia 30–34 tahun berjumlah 13.922.892 jiwa.
Teguh Setyabudi menyatakan bahwa bonus demografi ini merupakan anugerah yang mungkin akan berlanjut hingga tahun 2030-an. Optimasi potensi besar dari usia produktif ini sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.
Di sisi lain, penduduk usia muda (0–14 tahun) berjumlah 66.658.876 jiwa. Sementara itu, penduduk usia tua (di atas 65 tahun) tercatat sebanyak 22.629.618 jiwa.
Sebaran Penduduk dan Progres KTP-el
Sebaran Data Penduduk Indonesia menunjukkan konsentrasi yang signifikan di Pulau Jawa. Sebanyak 55,81 persen dari total penduduk nasional mendiami wilayah ini.
Pulau Sumatera menyumbang 21,88 persen dari populasi, disusul Sulawesi dengan 7,35 persen, dan Kalimantan 6,21 persen. Bali dan Nusa Tenggara mencatat 5,55 persen, Papua 2,01 persen, dan Maluku 1,18 persen.
Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Jawa Barat dengan 52.211.020 jiwa, diikuti Jawa Timur (42.226.212 jiwa), dan Jawa Tengah (38.649.532 jiwa). Sebaliknya, provinsi dengan penduduk paling sedikit adalah Papua Barat (588.491 jiwa), Papua Selatan (588.837 jiwa), dan Papua Barat Daya (632.788 jiwa).
Terkait administrasi kependudukan, dari 288 juta penduduk, sebanyak 211 juta jiwa wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Dari jumlah tersebut, 97,47 persen atau sekitar 206,4 juta jiwa telah berhasil melakukan perekaman KTP-el.
Sumber: AntaraNews