Waspada Peredaran Narkoba Lewat Liquid Vape, Modus Teranyar Gaet Pecandu Baru Diberi Gratis
Ancaman baru ditemukan dalam bentuk penyisipan narkotika melalui cairan rokok elektrik atau vape
Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Selatan mengingatkan masyarakat waspada terhadap modus baru peredaran narkoba dengan memanfaatkan gaya hidup.
Ancaman baru ditemukan dalam bentuk penyisipan narkotika melalui cairan rokok elektrik atau vape.
Kepala BNN Sumsel Brigjen Pol Hissar Siallagan mengungkapkan, pengguna vape mesti waspada menerima liquid dari orang tak dikenal.
Sebab bisa saja cairan itu telah dicampur dengan zat berbahaya seperti narkoba.
"Mesti diwaspadai dengan adanya modus baru ini, utamanya pengguna vape," ungkap Kepala BNN Sumsel Brigjen Pol Hissar Siallagan, Jumat (9/1).
Modus Diberi Gratis
Hissar mengakui harga loquid tersebut cukup mahal berkisar Rp5 juta per botol. Namun pelaku narkoba bisa saja memberikannya secara gratis dengan tujuan pengguna dapat ketagihan dan membelinya meski mahal.
"Awalnya diberi gratis sebagai jeratan," kata Hissar.Hissar menambahkan Sumsel saat ini masih masuk dalam daerah darurat narkoba dengan persentase cukup tinggi di Indonesia.
Sementara jumlah pecandu yang melakukan rehabilitasi atas kesadaran sendiri masih minim.
"Mungkin baru 2.000 orang per tahun yang datang untuk minta direhab, angkanya masih sangat sedikit," kata Hissar.
Dalam Undang-undang Norkoba Nomor 35 Tahun 2009, pecandu yang melapor untuk direhabilitasi tidak akan diproses hukum atau ditangkap, dan akan mendapat layanan rehabilitasi gratis di BNN.
Sayangnya tidak banyak pecandu yang memanfaatkan fasilitas itu dan terus menjadi pecandu.
"Rehab ini sangat penting sebagai daya imun agar bebas dari narkoba," kata Hissar.