BNNP Jateng Peringatkan Peredaran Narkoba Digital Kian Masif dan Sulit Dideteksi
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menyoroti peredaran narkoba digital yang semakin masif, memanfaatkan teknologi dan media sosial. Modus baru dengan kemasan tak terduga mengancam generasi muda, membutuhkan strategi pencegahan adaptif da
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menyatakan bahwa peredaran narkoba kini semakin masif memanfaatkan teknologi digital, media sosial, dan jaringan tertutup, sehingga lebih sulit dideteksi. Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid, menjelaskan bahwa tantangan penanganan narkoba saat ini memang semakin kompleks dan dinamis. Peredaran gelap narkotika tidak lagi hanya menyasar kota besar, tetapi sudah masuk hingga lingkungan desa, pendidikan, bahkan ruang digital.
Perubahan pola peredaran narkoba tersebut menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Hal ini membutuhkan adaptasi strategi pencegahan yang lebih modern dan responsif. Modus baru penyalahgunaan narkotika dengan kemasan dan bentuk yang semakin sulit dikenali masyarakat juga menjadi perhatian serius.
Narkotika kini tidak lagi hanya berbentuk konvensional, tetapi sudah dimodifikasi dan disamarkan dalam bentuk seperti vape atau liquid rokok elektrik, makanan ringan, permen, minuman, cairan tertentu, hingga produk yang menyerupai kebutuhan sehari-hari. Modus ini sangat berbahaya karena menyasar generasi muda dan berpotensi menurunkan kewaspadaan masyarakat akibat bentuknya yang sulit dibedakan dari produk biasa.
Modus Baru Peredaran Narkoba Digital Mengintai Generasi Muda
Pemanfaatan ruang digital telah menjadi jalur baru bagi para pengedar narkoba untuk menyebarkan barang haram tersebut. Toton Rasyid menyoroti bahwa media sosial dan jaringan tertutup memungkinkan transaksi narkoba terjadi secara lebih tersembunyi dan sulit dilacak oleh aparat penegak hukum. Remaja menjadi sasaran utama peredaran narkoba melalui media sosial, dengan akun-akun privat yang menawarkan narkoba dan melakukan transaksi pembayaran secara online, kemudian barang dikirim melalui jasa ekspedisi.
Salah satu modus yang paling mengkhawatirkan adalah modifikasi narkotika ke dalam bentuk yang familiar bagi masyarakat, terutama generasi muda. Narkotika kini ditemukan dalam cairan vape, makanan ringan, permen, dan minuman, yang membuatnya tampak tidak berbahaya. BNN bahkan telah mengungkap modus baru peredaran narkoba melalui liquid vape.
Modus operandi semacam ini sengaja dirancang untuk mengelabui dan menarik perhatian anak-anak serta remaja yang kurang waspada. Bentuk yang menyerupai kebutuhan sehari-hari ini membuat deteksi dini menjadi lebih sulit, sehingga meningkatkan risiko penyalahgunaan di kalangan usia produktif. Kepala BNNP Jateng Toton Rasyid juga mengajak Gen Z Semarang untuk menjauhi narkoba dan bijak bermedia sosial.
Strategi Adaptif P4GN dan Peran Kolaborasi Masyarakat
Menghadapi kompleksitas peredaran narkoba digital, BNNP Jateng menekankan bahwa perang terhadap narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui pembangunan ketahanan masyarakat dan perlindungan generasi muda. Pendekatan pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan langkah represif, melainkan harus preventif dan edukatif.
Sebagai upaya pembangunan ketahanan masyarakat dan perlindungan generasi muda, BNNP Jateng melibatkan relawan dan pegiat antinarkoba yang memiliki peran sangat strategis sebagai ujung tombak pencegahan di masyarakat. Mereka menjadi perpanjangan tangan BNN dalam membangun edukasi, deteksi dini, dan kampanye hidup sehat tanpa narkoba hingga tingkat keluarga dan komunitas.
Selama tahun 2025, tercatat sebanyak 373 penggiat antinarkoba dan 473 relawan antinarkoba aktif di Jawa Tengah. Para relawan dan pegiat antinarkoba ini dilibatkan dalam berbagai program, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Bersih Narkoba (Bersinar), BNN Masuk Sekolah, dan Program Sinalar (Sinau Narkoba Kanggo Pelajar). Kehadiran relawan dan pegiat ini menjadi bukti bahwa P4GN tidak bisa dilakukan oleh BNN sendiri. Sesuai semangat War On Drugs For Humanity, masyarakat harus menjadi bagian dari solusi dan agen perubahan di lingkungannya masing-masing.
BNNP Jateng juga membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sinergi dalam upaya P4GN. Salah satunya adalah menggandeng Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah untuk menyiapkan 'Pasukan Anti Narkoba' dari gerakan Pramuka.
Sumber: AntaraNews