Waspada! BBPOM DKI Ingatkan Ciri Takjil Berbahaya Jelang Ramadhan
Jelang Ramadhan, BBPOM DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mengenali ciri takjil berbahaya yang mengandung pewarna tekstil atau formalin demi menjaga kesehatan.
BBPOM DKI Jakarta mengeluarkan peringatan penting bagi masyarakat terkait ciri-ciri makanan takjil yang berpotensi mengandung bahan berbahaya. Peringatan ini disampaikan oleh Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati, pada Jumat (27/2) di Jakarta Pusat. Langkah ini bertujuan untuk melindungi konsumen dari risiko kesehatan selama bulan Ramadhan.
Masyarakat diimbau untuk lebih teliti dalam memilih takjil, terutama yang memiliki warna terlalu cerah atau tekstur tidak wajar. Bahan berbahaya seperti pewarna tekstil dan formalin kerap ditemukan dalam sampel makanan. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik.
Pengawasan intensif terus dilakukan oleh BBPOM DKI di berbagai sentra takjil, termasuk di Bendungan Hilir. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh pangan yang dijual aman dikonsumsi. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BBPOM dalam menjaga kualitas pangan.
Kenali Ciri Takjil Berbahaya: Pewarna Tekstil dan Formalin
Sofiyani Chandrawati menjelaskan bahwa salah satu ciri utama takjil yang menggunakan pewarna tekstil adalah warnanya yang cenderung sangat cerah atau terang. Pewarna makanan yang aman biasanya akan memudar jika terkena panas, berbeda dengan pewarna tekstil yang tetap mencolok. Masyarakat perlu waspada terhadap jajanan berwarna mencolok.
Selain pewarna, bahaya formalin juga mengintai pada makanan seperti tahu. Tahu yang mengandung formalin cenderung terasa keras saat ditekan, tidak lembek seperti tahu pada umumnya. Bahkan, bau formalin bisa tercium menyengat dan menyebabkan mata perih serta mual jika terpapar langsung.
BBPOM DKI secara aktif mengedukasi masyarakat agar mampu membedakan makanan aman dan yang mengandung zat berbahaya. Penting bagi konsumen untuk selalu melakukan "Cek KLIK" yaitu cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan. Ini adalah langkah pencegahan yang efektif.
Bahaya Rhodamin B dan Methanyl Yellow serta Pengawasan Ketat BBPOM
Pada Kamis (26/2), BBPOM DKI menemukan satu dari 27 sampel takjil di Sentra Takjil Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, yang diduga mengandung pewarna tekstil. Sampel tersebut adalah kue bolu kukus yang menggunakan pewarna berbahaya. Pedagang kue tersebut telah diberikan edukasi mengenai bahaya zat pewarna.
Pewarna tekstil yang sering disalahgunakan antara lain Rhodamin B dan Methanyl Yellow. Rhodamin B adalah pewarna sintetis berbentuk serbuk merah keunguan yang menghasilkan warna merah terang saat larut, umumnya dipakai di industri tekstil dan kertas. Sementara itu, Methanyl Yellow adalah pewarna sintetis kuning kecokelatan yang digunakan untuk pewarna kain atau cat.
Kedua zat ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Paparan Rhodamin B dan Methanyl Yellow dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, gangguan fungsi hati, kandung kemih, hingga risiko kanker. Oleh karena itu, BBPOM DKI terus memperketat pengawasan pangan takjil selama bulan Ramadhan.
Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan seluruh pangan yang beredar layak dan aman untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Komitmen BBPOM DKI dalam menjaga keamanan pangan sangat tinggi demi kesehatan masyarakat.
Hasil Pengawasan dan Tips Memilih Takjil Aman
Merujuk data hasil pengawasan di sentra takjil dan ritel modern pada tahun 2025, BBPOM DKI telah menguji sebanyak 147 sampel makanan. Dari jumlah tersebut, enam sampel atau sekitar 4,1 persen ditemukan tidak memenuhi syarat keamanan pangan. Namun, kabar baiknya, 141 sampel lainnya atau 95,9 persen dinyatakan memenuhi syarat dan layak konsumsi.
Meskipun persentase temuan takjil berbahaya relatif kecil, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Edukasi kepada pedagang dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir peredaran makanan tidak aman. BBPOM DKI terus berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan.
Untuk memilih takjil yang aman, masyarakat dianjurkan untuk menghindari makanan dengan warna yang terlalu mencolok dan tidak alami. Perhatikan juga tekstur makanan, terutama pada tahu, untuk memastikan tidak ada kandungan formalin. Selalu prioritaskan kebersihan dan keaslian bahan.
Sumber: AntaraNews