Pangkalpinang, BPOM Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah mengambil 87 sampel takjil Ramadhan pada Jumat, 20 Februari 2026. Langkah proaktif ini dilakukan guna memastikan bahwa makanan dan minuman berbuka puasa yang beredar di masyarakat bebas dari bahan kimia berbahaya yang dapat merugikan kesehatan.
Kepala BPOM Pangkalpinang, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa pengambilan sampel ini berfokus pada takjil yang secara fisik menunjukkan indikasi mencurigakan. Ciri-ciri seperti warna yang terlalu mencolok atau tekstur yang tidak wajar menjadi perhatian utama dalam proses seleksi sampel.
Sebanyak 87 sampel takjil tersebut kemudian langsung menjalani uji cepat di lokasi pengambilan. Pengujian ini bertujuan untuk segera mengidentifikasi potensi kandungan bahan berbahaya, sehingga keamanan pangan bagi masyarakat dapat terjamin selama bulan suci Ramadhan.
Advertisement
Advertisement
Fokus utama pengujian BPOM Pangkalpinang adalah mendeteksi keberadaan empat jenis bahan kimia berbahaya yang sering disalahgunakan dalam makanan. Parameter yang diuji meliputi formalin, boraks, rhodamine B, dan metanil yellow.
Bahan-bahan ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi, bahkan dalam jumlah kecil. Formalin dan boraks dikenal sebagai pengawet non-pangan, sementara rhodamine B dan metanil yellow adalah pewarna tekstil yang tidak boleh digunakan untuk makanan.
Agus Riyanto menegaskan bahwa pengujian ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BPOM untuk melindungi konsumen. Dengan melakukan uji cepat di lokasi, diharapkan risiko peredaran takjil yang tidak aman dapat diminimalisir secara efektif.
Advertisement
Advertisement
BPOM Pangkalpinang tidak akan segan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pedagang yang terbukti menjual makanan mengandung bahan berbahaya. Namun, pendekatan yang digunakan adalah persuasif untuk memberikan edukasi.
Apabila hasil uji menunjukkan adanya zat berbahaya, penjualan takjil tersebut akan segera dihentikan. Selain itu, pedagang yang bersangkutan akan diberikan pembinaan intensif agar tidak lagi menggunakan bahan-bahan terlarang di kemudian hari.
Tindakan ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran para pedagang akan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan produk yang mereka jual. BPOM berkomitmen untuk memastikan bahwa semua takjil yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak.
Advertisement
Advertisement
Keamanan pangan selama bulan Ramadhan menjadi krusial mengingat tingginya konsumsi takjil untuk berbuka puasa. Masyarakat dihimbau untuk lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.
Ciri-ciri takjil yang patut dicurigai antara lain memiliki warna yang terlalu cerah dan tidak alami, tekstur yang terlalu kenyal atau tidak wajar, serta bau yang menyengat. Membeli dari penjual yang menjaga kebersihan juga menjadi salah satu tips penting.
BPOM Pangkalpinang terus melakukan pengawasan dan edukasi secara berkala. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pangan yang aman dan sehat, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kualitas takjil yang dikonsumsi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews