BBPOM Jakarta Ungkap Kiat Jitu Pilih Takjil Aman Selama Ramadhan
Menjelang bulan suci, BBPOM Jakarta memberikan kiat penting untuk memilih takjil aman selama Ramadhan, demi menjaga kesehatan masyarakat dari pangan berbahaya.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya memilih takjil aman selama bulan suci Ramadhan. Kiat ini diberikan untuk memastikan hidangan berbuka puasa yang dikonsumsi tetap sehat dan bebas dari bahan berbahaya.
Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati, pada Minggu (22/2), menyarankan beberapa langkah praktis. Ini termasuk mengutamakan takjil yang masih segar dan disajikan dalam kondisi tertutup rapat dari lingkungan luar.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BBPOM Jakarta dalam mengawasi keamanan pangan. Pengawasan intensif akan terus dilakukan di berbagai sentra takjil dan ritel modern di wilayah ibu kota.
Tips Praktis Memilih Takjil Aman
Untuk memastikan takjil yang dikonsumsi aman, Sofiyani Chandrawati menekankan beberapa ciri utama. Masyarakat diimbau untuk teliti memeriksa kondisi fisik dan aroma takjil sebelum membeli. Hindari takjil yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau kontaminasi.
Salah satu indikator penting adalah tidak adanya bau asam, apek, atau menyengat yang tidak wajar. Bau-bauan ini seringkali menjadi pertanda bahwa takjil sudah tidak layak konsumsi atau telah terkontaminasi bakteri. Perhatikan juga warna takjil; hindari yang warnanya terlalu mencolok atau terlihat tidak alami.
Kebersihan penjual dan lingkungan sekitar juga menjadi faktor krusial dalam memilih takjil aman. Pilihlah penjual yang menjaga kebersihan diri serta area dagangannya. Lingkungan yang bersih akan meminimalkan risiko kontaminasi silang pada makanan yang dijual.
Pengawasan Intensif BBPOM Jakarta Jelang Ramadhan
BBPOM Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan pangan takjil secara intensif. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan melindungi konsumen dari produk pangan berbahaya. Pengawasan ini akan mencakup berbagai lokasi penjualan takjil di Jakarta.
Merujuk data tahun sebelumnya, pengawasan takjil pada tahun 2025 menunjukkan hasil yang beragam. Dari 147 sampel yang diuji, enam sampel atau sekitar 4,1 persen ditemukan tidak memenuhi syarat keamanan pangan. Sementara itu, 141 sampel lainnya, atau 95,9 persen, dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
Lokasi pengawasan takjil tahun lalu meliputi beberapa titik strategis. Di antaranya adalah Pasar Rawamangun, Pasar Bendungan Hilir, Masjid Akbar Kemayoran, dan Pasar Kebayoran Lama. Selain itu, pengawasan juga menyasar ritel modern seperti Ranch Market Kebayoran Lama, Swalayan Hari-Hari, dan Hypermart Puri Indah. Pangan takjil yang diuji antara lain mi kuning, kue mangkok, dan tahu.
Sofiyani menambahkan bahwa BBPOM Jakarta telah mengintensifkan pengawasan makanan olahan sejak tanggal 18 Februari 2026. Pengawasan ini menyasar supermarket, distributor, importir, dan sarana distribusi pangan lainnya.
Sumber: AntaraNews