DPR dan BBPOM Ingatkan Pentingnya Cerdas Memilih Kosmetik Obat Makanan Aman
Anggota DPR dan BBPOM gencar edukasi masyarakat untuk Cerdas Memilih Kosmetik Obat Makanan. Waspada produk instan berbahaya, kenali ciri aman sebelum membeli dan mengonsumsi.
Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ade Rezki Pratama, mengingatkan masyarakat agar semakin cermat dalam memilih produk kosmetik, obat, dan makanan. Ia menekankan pentingnya tidak mudah terjebak dengan promosi yang menawarkan efek instan yang kerap menyesatkan.
Peringatan ini disampaikan Ade Rezki Pratama saat memberikan sambutan melalui konferensi video dalam acara Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Bersama Tokoh Masyarakat 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Sabtu.
Edukasi ini merupakan kolaborasi antara Komisi IX DPR RI dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap risiko kesehatan dari produk-produk yang tidak terjamin keamanannya dan pentingnya Cerdas Memilih Kosmetik Obat Makanan.
Waspada Bahaya Kosmetik dan Obat Instan Berisiko
Ade Rezki Pratama menyoroti meningkatnya kepedulian anak muda terhadap penampilan, namun seringkali mengabaikan risiko penggunaan kosmetik yang tidak aman. Produk kosmetik kini tidak hanya tersedia di toko fisik, tetapi juga marak dipromosikan melalui media sosial dan aplikasi daring.
Ia memperingatkan bahwa produk-produk tersebut berpotensi mengandung bahan kimia berbahaya, terutama yang menjanjikan efek instan. Hal serupa juga terjadi pada obat dan jamu, di mana produsen nakal kerap menambahkan zat kimia untuk memberikan efek cepat, namun berdampak buruk bagi kesehatan pengguna.
Plt Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida, menambahkan bahwa pihaknya masih menemukan produk obat, bahkan jamu, yang menggunakan bahan kimia di Padang Pariaman. Temuan ini mengindikasikan bahwa masyarakat setempat masih membeli dan mengonsumsi produk berbahaya tersebut, menunjukkan pentingnya edukasi yang berkelanjutan.
Pentingnya Selektivitas dalam Memilih Makanan dan Peran BPOM
Selain kosmetik dan obat, Ade Rezki Pratama juga mengingatkan masyarakat untuk selektif dalam membeli dan mengonsumsi makanan. Banyak makanan yang beredar di Indonesia berasal dari luar negeri tanpa melalui pengawasan ketat dari badan terkait, sehingga berisiko bagi kesehatan konsumen.
Elyunaida menegaskan bahwa jika masyarakat cerdas, mereka tidak akan membeli produk kosmetik, obat, jamu, atau makanan yang berbahaya. "Kalau tidak ada yang membeli, maka produsen tidak memproduksi lagi," ujarnya, menekankan kekuatan konsumen dalam menghentikan peredaran produk ilegal.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu membaca informasi produk secara lengkap, mulai dari kandungan, tanggal kedaluwarsa, hingga izin edar. Informasi ini dapat diperiksa keabsahannya melalui situs web resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum memutuskan untuk membeli dan mengonsumsi produk.
Peran Aktif Masyarakat dalam Pengawasan Produk
Produk yang telah mendapatkan izin edar dari BPOM sebelumnya telah melalui pendampingan dan pengawasan ketat dari lembaga tersebut. Hal ini menjamin bahwa produk tersebut aman untuk digunakan atau dikonsumsi sesuai standar yang berlaku.
BPOM sangat membutuhkan bantuan masyarakat dalam mengawasi peredaran kosmetik, obat, dan makanan. Masyarakat didorong untuk proaktif melaporkan indikasi produk tidak terdaftar atau mencurigakan kepada BPOM.
Dengan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan peredaran produk ilegal dan berbahaya dapat ditekan. Kesadaran dan kecermatan konsumen adalah kunci utama dalam menciptakan pasar produk yang aman dan melindungi kesehatan publik secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews