Warga Tumpah Ruah! Kirab Budaya HUT ke-80 Jabar Bikin Bandung Meriah
Mulai dari anak-anak hingga orangtua, warga tampak memenuhi sisi kiri dan kanan jalan dengan penuh semangat.
Suasana berbeda terlihat di kawasan Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, pada Selasa (19/8). Jalan ikonik yang biasanya dipadati kendaraan, hari itu berubah menjadi lautan manusia yang antusias menyaksikan perayaan Kirab Budaya dalam rangka HUT ke-80 Provinsi Jawa Barat.
Mulai dari anak-anak hingga orangtua, warga tampak memenuhi sisi kiri dan kanan jalan dengan penuh semangat. Mereka menyambut iring-iringan kirab yang menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Jawa Barat, dengan tema besar kerajaan-kerajaan yang pernah berjaya di tanah Sunda.
Teriakan riang dan tepuk tangan terdengar bergema saat rombongan kirab lewat. Warga tak segan berdesak-desakan demi melihat lebih dekat atraksi menarik atau sekadar menyapa kepala daerah favorit mereka yang turut serta dalam parade.
Kirab budaya tersebut dimulai sekitar pukul 15.30 WIB, tepat setelah rapat paripurna yang digelar Pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Barat selesai di Gedung Merdeka, bangunan bersejarah yang menjadi titik awal perjalanan kirab.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memimpin langsung iring-iringan tersebut. Ia tampil menonjol dengan menunggang kuda putih, melambaikan tangan ke arah warga yang antusias menyapanya.
"Pak Dedi, Pak Dedi," terdengar teriakan warga. Mereka juga tampak mencoba mengabadikan momen itu lewat kamera ponsel.
Di belakang sang gubernur, para bupati dan wali kota dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat turut serta dalam parade, beberapa di antaranya juga mengendarai kuda, menambah kesan megah dan tradisional dari acara tersebut.
Penampilan dari masing-masing daerah kemudian mengikuti. Di antaranya ada kereta kencana yang ditarik dengan penuh khidmat, pawai hasil bumi, pertunjukan seni seperti tari jaipongan, hingga lantunan musik tradisional Sunda. Semua elemen itu menciptakan atmosfer budaya yang meriah dan penuh warna.
Winda (30), warga Margahayu, mengaku sangat terkesan dengan penampilan salah satu rombongan.
"Dari Sumedang. Terus tadi bagus lihat kereta kencana sama mahkota," kata dia.
Ia menuturkan bahwa dirinya memang sengaja datang untuk menyaksikan kirab, dan berencana tetap di Jalan Asia-Afrika hingga seluruh rombongan selesai melintas.
"Iya di sini aja. Enggak ikutin ke Gedung Sate," ucapnya.
Setelah melewati Gedung Merdeka, kirab bergerak menyusuri beberapa ruas jalan penting Kota Bandung. Rute yang dilalui meliputi Jalan Soekarno, Jalan Naripan, Jalan Braga, Jalan Suniaraja (Viaduct), dan Jalan Wastukencana. Selanjutnya, rombongan kirab melanjutkan perjalanan ke Jalan L.L.R.E Martadinata dan Jalan H. Djuanda, dengan titik akhir di Gedung Sate.