Kirab Budaya HUT Jabar ke-80 Bikin Macet Bandung, Ini Jalur Terdampak
Arak-arakan ini menyebabkan kepadatan lalu lintas, terutama di persimpangan Tamblong–Asia Afrika.
Sejumlah ruas jalan utama di Kota Bandung ditutup sementara pada Selasa (19/8) untuk mendukung pelaksanaan Kirab Budaya dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 dan HUT ke-80 Provinsi Jawa Barat. Salah satu titik yang terdampak penutupan adalah Jalan Asia-Afrika, pusat keramaian dan ikon sejarah kota.
Kirab budaya dijadwalkan mulai melintasi sejumlah kawasan sejak pukul 14.00 WIB. Arak-arakan ini menyebabkan kepadatan lalu lintas, terutama di persimpangan Tamblong–Asia Afrika. Kemacetan pun tak terhindarkan di sekitar Jalan Tamblong dan Lengkong, dengan antrean kendaraan mengular hingga ke Jalan Merdeka yang menjadi titik awal pelaksanaan kirab.
Selain itu, kepadatan arus lalu lintas juga terlihat di sekitar Jalan Naripan, Braga, Lembong, hingga Perintis kemerdekaan.
Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Bandung pun melakukan sejumlah upaya antisipasi lewat rekayasa lalu lintas, salah satunya penutupan.
"Jadi untuk penutupan jalan, kita tentatif aja, situasional ya. Jadi kayak yang ini kan persiapan dari sini, nanti kalau sudah (acara) jalan, dibuka setengah biar bisa jalan juga," Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) Dishub Kota Bandung Asep Kuswara, dijumpai waratawan di persimpangan Jalan Tamblong-Asia Afrika.
Selain itu, upaya pengamanan juga disiapkan oleh petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, hingga Pemerintah Kota. Asep menyebut ada sekitar 400 personel yang dikerahkan.
"Petugas dari Dinas Perhubungan 100, dari Polisian 150, dari Satpol PP, dari Kota Kandung Kita 75, dari Provinsi 50, dan dari Provinsi juga ditujukan 56," kata dia.
Para personel itu pun disebar di sejumlah titik. Terutama yang berpotensi terjadi kemacetan. Dia pun menyarankan pengguna jalan dapat memilih jalur alternatif bila dari Jalan Asia Afrika.
Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Wahyu Pristha Utama menjelaskan, Kirab Budaya bakal berlangsung pukul 15.00 WIB. Rutenya dimulai dari Gedung Merdeka dan berakhir di Gedung Sate.
Perjalanan itu diperkirakan membutuhkan waktu 55 menit hingga satu jam.
"Rutenya kurang lebih yang akan dilalui yaitu Asia Afrika, ABC, Braga, Suniaraja, Viaduct, Perintis Kemerdekaan, Wastukencana, Ir Juanda, Ex Dukomsel, Diponegoro dan finish di Gedung Sate," katanya, Senin (18/8).
Ia mengatakan 390 personel Polrestabes Bandung ditambah 1 SSK Dalmas Polda Jabar turut dikerahkan dalam upaya pengamanan gelaran acara.
"Kita juga menyampaikan untuk beberapa kantong parkir yang akan kita siapkan jadi di Ex Palaguna, di Monumen Perjuangan, Pusdai dan Jalur Majapahit," ujarnya.
Ia menjelaskan, ada tiga titik pengamanan lalu lintas yang dilakukan pengamanan. Itu di antaranya antaranya di Gedung Merdeka, Gedung Sate, dan Balai Kota Bandung.
"Semuanya akan dipimpin oleh masing-masing Kapolsek sebagai Ka PAM dan lalin akan kita atur sedemikian rupa sehingga perjalanan karnaval ini bisa berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya.
Dia menambahkan, upaya rekayasa lalu lintas lewat pengalihan lalu lintas telah disiapkan di sejumlah ruas jalan. Seperti di Jalan Asia Afrika-Tamblong arah Gedung Merdeka.
"Kemudian di seputaran (Jalan) Perintis Kemerdekaan tentunya yang mengarah ke kanan kita akan alihkan supaya tidak terjadi penumpukan sehingga bisa langsung lewat di Braga, terus kemudian yang berada di seputaran Ir Juanda dan Diponegoro tidak ada yang tekuk ke kanan sehingga tidak ada penumpukan yang berada di Gedung Sate," jelas dia.