Wamenaker: Program Magang Investasi Strategis Cetak SDM Unggul
Wamenaker Afriansyah Noor tegaskan program magang nasional jadi investasi strategis cetak SDM unggul dan jembatan bagi lulusan kampus ke dunia kerja nyata.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor menegaskan bahwa Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi bukan sekadar kegiatan magang biasa.
Program tersebut merupakan investasi strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia.
Ia mengatakan, melalui program ini para lulusan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan membangun etos kerja yang kuat untuk memasuki dunia kerja.
“Program pemagangan adalah jembatan emas menuju dunia kerja yang sesungguhnya. Di sini, para lulusan bukan hanya belajar bekerja, tetapi membangun karakter dan kompetensi yang dibutuhkan industri,” ujar Afriansyah saat Sosialisasi Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch-II di PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (4/11).
Afriansyah mengapresiasi kesiapan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) yang memiliki 163 kampus di seluruh Indonesia dengan total sekitar 30.000 lulusan setiap tahun.
Para lulusan itu nantinya akan ditempatkan di berbagai unit amal usaha Muhammadiyah seperti rumah sakit, klinik, rumah bersalin, serta layanan publik di kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, dan sektor lainnya.
“Insya Allah, kolaborasi ini akan memberikan kontribusi baru yang berkualitas,” katanya.
Kualitas Kompetensi Jadi Kunci Tenaga Kerja
Afriansyah menekankan bahwa masa depan tenaga kerja Indonesia ditentukan oleh kualitas kompetensi dan karakter, bukan sekadar ijazah.
Ia menilai kolaborasi dunia pendidikan dan dunia kerja harus diperkuat untuk menyiapkan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan industri global.
“Sinergi dengan PTMA memperkuat peran kampus sebagai pusat pembentukan insan beriman, berilmu, dan berdaya saing global, sejalan dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar dalam mewujudkan insan ketenagakerjaan yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Kuota Magang Batch II Capai 80 Ribu Peserta
Setelah peluncuran Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch I pada 20 Oktober 2025 dengan kuota 20 ribu peserta, pemerintah kembali membuka Batch II mulai November ini dengan target 80 ribu peserta.
Program tersebut menjadi bagian dari prioritas nasional untuk memfasilitasi transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja, sekaligus mengurangi kesenjangan antara keterampilan akademik dan kebutuhan industri.