Harga Pertamax Naik, DPR Yakini Masyarakat akan Beralih ke Pertalite
Misbakhun mengaku belum mengetahui sebesar apa dampak kenaikan harga Pertamax kali ini.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, mengingatkan pemerintah bahwa kenaikan harga Pertamax bisa memicu masyarakat beralih ke Pertalite. Hal tersebut akhirnya akan membuat anggaran subsidi BBM meningkat.
"Pasti (beralih ke Pertalite). Begitu harga naik, orang kan mencari harga yang paling rendah," kata Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).
Misbakhun mengaku belum mengetahui sebesar apa dampak kenaikan harga Pertamax kali ini.
"Untuk kalkulasinya, itu kan belum kita lakukan exercisenya lebih dalam. Sudah dilakukan penghitungan-penghitungan, nanti akan kita lihat dampaknya seperti apa," kata.
Meski demikian, Misbakhun meyakini kenaikan harga Pertamax pasti memicu inflasi. "Pasti kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi, pasti. Berapa persennya, nol koma sekiannya itu kita belum tahu," ujarnya.
Stimulus dari Pemerintah
Politikus Golkar itu menyebut, kemungkinan akan ada stimulus dari pemerintah untuk mengkompensasi kenaikan harga Pertamax. Saat ini pemerintah tengah mendiskusikan stimulus dan insentifnya.
"Sudah didiskusikan, sedang lagi dilakukan upaya penghitungan apa yang nanti menjadi stimulus atau insentif. Yang pasti biasanya masyarakat yang menggunakan Pertamax itu kan masyarakat-masyarakat yang berimpitan dengan Pertalite. Nah kita ingin pastikan apa sih yang mereka butuhkan sebagai stimulus," pungkasnya.
Sebelumnya, Pertamina menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter dan Pertamax Green 95 juga naik dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter.