Tahukah Anda? Magang Nasional Jadi Model Kemitraan Strategis Pendidikan-Industri, Cetak SDM Siap Kerja

Menaker Yassierli menegaskan program Magang Nasional sebagai model kemitraan strategis pendidikan-industri untuk mencetak generasi muda siap kerja dan berdaya saing global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Magang Nasional Jadi Model Kemitraan Strategis Pendidikan-Industri, Cetak SDM Siap Kerja
Menaker Yassierli menegaskan program Magang Nasional sebagai model kemitraan strategis pendidikan-industri untuk mencetak generasi muda siap kerja dan berdaya saing global. (AntaraNews)

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan bahwa program Magang Nasional diharapkan menjadi model kemitraan strategis. Kemitraan ini terjalin antara dunia industri dan dunia pendidikan. Hal ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang siap kerja, profesional, serta memiliki daya saing global.

Pernyataan penting ini disampaikan oleh Menaker Yassierli dalam keterangannya yang dirilis di Jakarta baru-baru ini. Beliau juga meninjau langsung pelaksanaan program Magang Nasional di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif.

Peninjauan berlangsung di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Banten. Kunjungan tersebut juga bertujuan untuk memastikan program Magang Nasional memberikan manfaat optimal bagi peserta maupun perusahaan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pengawasan kualitas program.

Menaker Yassierli melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program Magang Nasional yang sedang berjalan. Beliau ingin melihat sejauh mana program ini berjalan efektif di lapangan. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, Menaker didampingi oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Agung Nur Rohmad. Turut hadir pula Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H Kairupan. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan keseriusan program.

Yassierli menekankan pentingnya program ini sebagai sarana nyata bagi para peserta. Mereka dapat memperoleh pengalaman kerja sekaligus memperkuat keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Ini adalah kesempatan emas untuk pengembangan diri.

“Ini adalah bagian dari monev (monitoring dan evaluasi) untuk melihat sejauh mana program berjalan. Anda (peserta magang) punya waktu enam bulan untuk belajar dengan serius,” kata Yassierli.

Human Capital Strategy and Communication PT Garuda Indonesia, Ricky Miraj, turut menyampaikan pandangannya terkait program ini. Ia menyatakan bahwa program pemagangan ini merupakan bentuk dukungan perusahaan. Dukungan ini diberikan terhadap upaya pemerintah.

Dukungan tersebut bertujuan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Garuda Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi pada pengembangan talenta muda. Ini sejalan dengan visi perusahaan sebagai maskapai nasional.

“Sebagai perusahaan penerbangan nasional, kami memerlukan talenta muda yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Ricky.

Ricky menambahkan bahwa peserta Magang Nasional membawa perspektif baru dan semangat inovatif. Kehadiran mereka mendorong proses kerja di perusahaan menjadi lebih dinamis. Ini memberikan nilai tambah bagi lingkungan kerja.

Peserta Magang Nasional diharapkan dapat berkontribusi pada proyek-proyek nyata di berbagai unit perusahaan. Ini termasuk unit seperti human capital, digital transformation, dan commercial strategy. Kontribusi mereka sangat berarti bagi operasional perusahaan.

Program ini memberikan kesempatan bagi Garuda Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan SDM Indonesia. Perusahaan berperan aktif dalam pendidikan.

“Program ini memberikan kesempatan bagi Garuda untuk berkontribusi dalam pengembangan kompetensi lulusan perguruan tinggi, sekaligus memperkuat talent pipeline internal untuk kebutuhan jangka panjang,” ujarnya.

Saat ini, program magang di Garuda Indonesia diikuti oleh 32 orang. Mereka adalah lulusan dan mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Keberagaman latar belakang peserta memperkaya program ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi