Wamen Isyana Tegaskan Urgensi Keamanan Pangan dalam Program MBG untuk Gizi Optimal
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, menekankan pentingnya keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan gizi terbaik bagi ibu dan anak.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, baru-baru ini menyoroti urgensi keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penekanan ini disampaikan saat Isyana melakukan peninjauan langsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Subagan, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Kamis (6/11).
Dalam kunjungannya, Wamen Isyana menegaskan bahwa kualitas serta kebersihan makanan merupakan aspek krusial yang harus dijaga secara konsisten setiap hari, tidak hanya pada saat kunjungan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap penerima manfaat mendapatkan asupan gizi yang optimal dan aman.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif mulia yang dirancang untuk memberikan gizi terbaik bagi ibu dan anak, khususnya dalam upaya menekan angka stunting. Oleh karena itu, semua detail teknis di lapangan, mulai dari proses penyimpanan bahan makanan, kebersihan dapur, hingga distribusi makanan, harus diperhatikan dengan seksama.
Pentingnya Kualitas dan Koordinasi dalam Program MBG
Wamen Isyana secara tegas menyatakan bahwa aspek kualitas dan kebersihan makanan dalam Program MBG harus menjadi prioritas utama. Beliau menekankan bahwa standar kebersihan dan keamanan pangan harus diterapkan secara ketat setiap hari, bukan hanya ketika ada inspeksi atau kunjungan dari pihak berwenang.
“Program MBG adalah program yang sangat mulia. Tujuannya agar ibu dan anak memperoleh gizi terbaik. Oleh karena itu, detail teknis di lapangan harus diperhatikan betul dari proses penyimpanan, kebersihan dapur, hingga distribusi makanan,” ujar Isyana dalam keterangan resminya.
Selain itu, Isyana juga menyoroti pentingnya koordinasi yang efektif antarinstansi terkait untuk terus meningkatkan standar pelayanan SPPG. Meskipun Kabupaten Karangasem dinilai telah memiliki sistem yang baik, ia menggarisbawahi bahwa perbaikan berkelanjutan tetap diperlukan guna menjamin mutu dan higienitas makanan yang disalurkan.
“Kita ingin kualitas asupan terus meningkat, tetapi tetap aman dan sesuai kebutuhan gizi,” tambah Isyana, menegaskan komitmen pemerintah terhadap peningkatan gizi masyarakat melalui program ini.
Dampak Positif dan Harapan Program MBG bagi Masyarakat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi para penerima manfaat. Salah satunya adalah Kadek Sri (23 tahun), seorang ibu muda dari bayi kembar Wayan dan Putu yang baru berusia sebulan, yang telah menerima bantuan paket gizi sejak masa kehamilannya.
“Syukur, berat badan bayi kembar saya bagus. Makanannya membantu sekali,” kata Kadek, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang meringankan beban keluarganya dan mendukung pertumbuhan bayinya.
Penerima manfaat lainnya, Ketut Ayu Lestari (38 tahun), seorang ibu hamil delapan bulan, juga merasakan manfaat besar dari program ini sejak Agustus lalu. “Makanannya enak dan bergizi, cukup meringankan beban keluarga. Dua anak kami juga mendapatkan MBG di sekolah, semoga programnya terus berlanjut,” tuturnya.
Melalui pemenuhan gizi yang terarah, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau usia 0-2 tahun, Program MBG diharapkan mampu menekan angka stunting secara drastis. Inisiatif ini juga menjadi salah satu pilar penting dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sumber: AntaraNews