Wagub Soroti Standar Dapur SPPG Gorontalo untuk Program Makan Bergizi Gratis: Apa Saja yang Perlu Dibenahi?
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah menyoroti pentingnya Standar Dapur SPPG Gorontalo untuk program Makan Bergizi Gratis, menemukan sejumlah kekurangan vital saat sidak.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie baru-baru ini menegaskan pentingnya standar fasilitas dapur untuk program Makan Bergizi Gratis. Penekanan ini disampaikan setelah beliau melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sidak tersebut bertujuan memastikan kualitas dan higienitas makanan yang disalurkan kepada anak-anak di Gorontalo.
Inspeksi dilakukan di Dapur SPPG Yayasan Mulya Sehat Sejahtera, berlokasi di Jalan Ampi, Kelurahan Molosipat U, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Dalam kunjungannya, Wagub Idah menemukan beberapa hal yang perlu dievaluasi secara menyeluruh. Hal ini terutama berkaitan dengan pengelolaan sisa makanan dan pembuangan sampah dari area dapur.
Meskipun ada perbaikan di dapur lain yang telah ditinjau sebelumnya, SPPG Sipatana masih memiliki kekurangan yang perlu segera ditangani. Temuan ini menjadi perhatian serius demi menjamin program makanan bergizi gratis berjalan optimal. Pihak terkait diminta segera menindaklanjuti masukan yang diberikan oleh Wakil Gubernur.
Sorotan Wagub terhadap Efisiensi dan Higienitas Dapur SPPG
Wagub Idah Syahidah menyoroti beberapa aspek krusial terkait operasional Dapur SPPG Gorontalo. Salah satu perhatian utamanya adalah keterbatasan mobil operasional untuk distribusi makanan. Dengan produksi mencapai 3.000 porsi per hari, idealnya setiap dapur memiliki minimal dua unit mobil agar pengiriman lebih cepat. Ini akan mempercepat dan mengefisienkan pengiriman ke sekolah-sekolah penerima makanan.
Selain itu, evaluasi terhadap sisa makanan juga menjadi fokus penting dalam menjaga Standar Dapur SPPG. Setiap sisa nasi, sayur, dan lauk ditimbang secara cermat oleh petugas. Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis menu yang kurang diminati oleh anak-anak. Tujuannya agar menu dapat disesuaikan dan lebih efektif dalam memenuhi gizi anak.
Wagub Idah menekankan bahwa pemantauan terhadap Dapur SPPG Gorontalo akan terus dilakukan secara berkala. Beliau menegaskan, "Makanan sudah bergizi, dapur harus higienis." Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis dan memastikan kesehatan penerima manfaat.
Tindak Lanjut dan Perbaikan Standar Dapur SPPG
Menanggapi masukan dari Wakil Gubernur, Kepala SPPG Yayasan Mulya Sehat Sejahtera, Qothrunada Nurul Dzakwan, menyatakan kesiapan pihaknya. Mereka berkomitmen menindaklanjuti seluruh evaluasi yang disampaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Fokus utama adalah peningkatan standar kebersihan dan efisiensi operasional dapur.
Beberapa perbaikan yang akan segera dilakukan meliputi penambahan mobil distribusi karena selama ini hanya ada satu unit. Penambahan ini sangat diperlukan untuk kelancaran pengiriman. Penataan ruang penyimpanan juga akan ditingkatkan dengan penambahan rak-rak agar penyimpanan bahan makanan lebih rapi dan higienis sesuai Standar Dapur SPPG.
Qothrunada menjelaskan detail perbaikan lainnya yang akan segera diimplementasikan. "Rak ompreng juga akan diberi jarak dari dinding, serta bahan makanan kering akan ditempatkan di atas palet supaya tidak langsung menyentuh lantai," ujarnya. Langkah-langkah ini merupakan respons langsung terhadap penekanan dari Wagub Idah demi mencapai standar kebersihan yang lebih baik.
Meskipun dapur baru beroperasi pada 15 September 2025, Qothrunada optimis terhadap perbaikan. Pihaknya akan segera melengkapi hal-hal yang menjadi perhatian dalam pekan ini. "Pasti segala masukan-masukan akan menjadi perbaikan untuk kami," tambahnya, menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan Standar Dapur SPPG dan kualitas program.
Sumber: AntaraNews