Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan Pastikan Kualitas Program Makan Bergizi Gratis di Wonosobo
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wonosobo pada Sabtu (10/1/2026) untuk memastikan standar gizi dan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis terpenuhi dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan inspeksi mendadak ke Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi secara langsung kepatuhan terhadap standar gizi dan persyaratan keamanan pangan yang telah ditetapkan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah.
Inspeksi tersebut berfokus pada kesiapan operasional SPPG sebagai dapur layanan makanan, termasuk proses produksi dan distribusi makanan. Selain itu, peninjauan juga mencakup kepatuhan terhadap standar kebersihan, sanitasi, dan kehalalan produk yang disajikan kepada penerima manfaat program.
Zulkifli Hasan menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya sekadar pembagian makanan, melainkan upaya komprehensif untuk menjamin nutrisi, keamanan, dan ketepatan sasaran di lapangan. Program ini diharapkan dapat berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas gizi, kesehatan masyarakat, dan kesiapan sumber daya manusia sejak usia dini.
Fokus Utama Inspeksi: Kualitas dan Keamanan Pangan
Inspeksi yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Wonosobo menyoroti beberapa aspek krusial dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Salah satu fokus utamanya adalah kesiapan operasional SPPG, yang berfungsi sebagai pusat produksi dan distribusi makanan bergizi.
Menteri Hasan secara khusus memeriksa seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan makanan, hingga tahap pengiriman kepada para penerima manfaat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap tahapan memenuhi standar kebersihan, sanitasi, dan juga telah bersertifikat halal, yang merupakan syarat wajib bagi dapur yang beroperasi di bawah Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Zulkifli Hasan, SPPG harus berfungsi sebagai titik kontrol kualitas yang mencakup seluruh rantai pasok makanan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa makanan yang didistribusikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi, terutama oleh anak-anak sekolah serta ibu hamil dan menyusui.
Pentingnya Sertifikasi dan Evaluasi Berkelanjutan
Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, telah beroperasi sejak 13 Oktober 2025 dan saat ini melayani 2.222 penerima manfaat. Para penerima manfaat ini meliputi siswa sekolah serta ibu hamil dan menyusui di wilayah sekitar, dengan menu yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan gizi spesifik setiap kelompok.
Dalam kunjungannya, SPPG tersebut mendistribusikan makanan bergizi kepada 1.584 siswa dan 133 ibu hamil dan menyusui. Menteri Hasan mengapresiasi pengelolaan SPPG yang dinilai telah memenuhi standar kebersihan dan higienitas, termasuk tata ruang, proses pengolahan, dan penyimpanan pangan.
Terkait persyaratan operasional, SPPG Kalikajar telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan sertifikat halal, yang keduanya bersifat mandatori untuk menjalankan dapur di bawah Program Makan Bergizi Gratis.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi rutin di tingkat SPPG untuk menjamin implementasi program yang konsisten dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi berkelanjutan dilakukan untuk memastikan tidak ada penurunan kualitas, baik dari segi gizi, keamanan pangan, maupun distribusinya.
Sumber: AntaraNews