Menko Pangan Pastikan Standar Gizi dan Keamanan Program Makan Bergizi Gratis di Wonosobo
Menteri Koordinator Bidang Pangan meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Wonosobo, memastikan kualitas gizi, keamanan pangan, dan distribusi Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal bagi penerima manfaat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja penting ke Wonosobo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 10 Januari. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar gizi, keamanan pangan, dan ketepatan penyaluran. Fokus utama peninjauan adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalikajar, yang menjadi dapur operasional program ini.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan secara langsung memeriksa seluruh aspek operasional SPPG Kalikajar. Pemeriksaan meliputi proses produksi, sistem distribusi, hingga pemenuhan standar higiene, sanitasi, dan kehalalan pangan yang disajikan. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas dan efektivitas program vital tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya sekadar pembagian makanan, melainkan upaya holistik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Peninjauan ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa setiap makanan yang disalurkan benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan dan sampai kepada penerima manfaat yang membutuhkan, terutama siswa sekolah serta ibu hamil dan menyusui.
Fokus Kualitas dan Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis
Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, ke SPPG Kalikajar, Wonosobo, menyoroti pentingnya kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Beliau menekankan bahwa SPPG harus menjadi garda terdepan dalam menjaga standar gizi dan kebersihan pangan. Ini mencakup segala tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga makanan siap konsumsi oleh penerima manfaat.
SPPG Kalikajar, yang telah beroperasi sejak 13 Oktober 2025, saat ini melayani total 2.222 penerima manfaat di wilayah sekitar. Kelompok penerima manfaat ini terdiri dari siswa sekolah, serta ibu hamil dan ibu menyusui, yang semuanya mendapatkan menu makanan bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi spesifik masing-masing kelompok. Pada hari kunjungan, SPPG tersebut berhasil menyalurkan makanan kepada 1.584 siswa dan 133 ibu hamil serta ibu menyusui.
Untuk menjamin kelayakan layanan, SPPG Kalikajar telah memenuhi prasyarat operasional yang ketat. Fasilitas ini telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan sertifikat halal, menunjukkan komitmen terhadap standar kebersihan dan keagamaan. “SPPG harus menjadi titik kendali kualitas, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, sampai makanan diterima oleh penerima manfaat,” ujar Zulkifli Hasan.
Pengawasan dan Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pengawasan dan evaluasi rutin di tingkat SPPG merupakan kunci utama bagi konsistensi dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi berkala ini penting untuk memastikan tidak ada penurunan kualitas, baik dari aspek gizi, keamanan pangan, maupun efisiensi distribusi. Hal ini sejalan dengan amanat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2025 yang menjadi dasar hukum pelaksanaan program.
Selain meninjau dapur SPPG, Menko Pangan juga mengunjungi SD Negeri 2 Simbang, Kabupaten Wonosobo. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung proses penyaluran makanan bergizi kepada siswa penerima manfaat. Interaksi langsung dengan penerima program memberikan gambaran nyata mengenai dampak positif yang diharapkan dari inisiatif pemerintah ini.
Pemerintah menaruh harapan besar pada Program Makan Bergizi Gratis ini. Diharapkan program ini dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan kesiapan sumber daya manusia sejak usia dini. Investasi pada gizi anak sekolah dan ibu hamil merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi penerus yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.
Sumber: AntaraNews