Wagub Gorontalo Dorong Evaluasi Intensif Menu Program MBG untuk Gizi Optimal
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menekankan pentingnya evaluasi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara intensif demi memastikan asupan gizi anak didik sekaligus selera makan mereka.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan evaluasi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara lebih intensif. Instruksi ini bertujuan memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga sesuai dengan selera anak didik.
Wagub Idah menekankan pentingnya evaluasi ini melalui pencatatan dan penimbangan sisa makanan anak setelah dikonsumsi. Hal ini disampaikannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di empat SPPG yang tersebar di Kabupaten Gorontalo.
Menurut Wagub, setiap SPPG wajib memiliki dan memanfaatkan timbangan secara optimal sebagai instrumen utama evaluasi menu. Mekanisme ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan SPPG secara berkelanjutan.
Mekanisme Evaluasi Menu MBG yang Efektif
Proses evaluasi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dilakukan secara sistematis dan rutin oleh setiap SPPG. Setelah makanan dikonsumsi dan wadah ompreng dikembalikan dari sekolah, sisa makanan seperti nasi, lauk, dan sayur wajib ditimbang.
Hasil penimbangan sisa makanan tersebut kemudian dibandingkan dengan data hari sebelumnya. Jika ditemukan bahwa jumlah sisa makanan lebih banyak, ini menjadi indikasi bahwa menu yang disajikan kurang diminati oleh anak-anak.
Wagub Idah meminta agar data penimbangan dicatat secara rutin dan sistematis. Data ini akan menjadi bahan evaluasi krusial untuk mengidentifikasi jenis menu yang tidak disukai, sehingga menu serupa dapat segera diganti dengan pilihan yang lebih sesuai pada hari berikutnya.
Prioritaskan Gizi dan Selera Anak Didik
Penerapan mekanisme evaluasi yang ketat ini merupakan langkah penting untuk terus memperbaiki kualitas layanan SPPG. Tujuannya adalah memastikan makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi yang dibutuhkan anak-anak, tetapi juga disukai oleh peserta didik.
Memenuhi preferensi anak dalam asupan makanan bergizi sangat penting agar program ini dapat berjalan efektif. Anak-anak cenderung akan mengonsumsi makanan yang mereka sukai, sehingga nutrisi yang diberikan dapat terserap dengan baik oleh tubuh mereka.
Fokus pada gizi dan selera anak didik akan mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis dalam jangka panjang. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang baik.
Manajemen Limbah Makanan dan Cakupan Program
Selain sebagai alat evaluasi menu, penggunaan timbangan juga memiliki peran penting dalam pengelolaan limbah makanan. Dengan memantau sisa makanan, SPPG dapat mengelola dan mengurangi potensi food waste atau sampah makanan yang dapat mencemari lingkungan.
Pengelolaan limbah makanan yang baik merupakan bagian integral dari keberlanjutan program. Ini juga menunjukkan komitmen terhadap praktik yang bertanggung jawab secara lingkungan.
Empat SPPG yang ditinjau oleh Wagub Idah masing-masing melayani lebih dari seribu paket MBG. Paket-paket ini didistribusikan ke sejumlah sekolah di wilayah layanan SPPG, termasuk Sekolah Satu Atap di Kecamatan Asparaga.
Cakupan luas ini menunjukkan skala program yang signifikan dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak di Gorontalo.
Sumber: AntaraNews