Wagub Idah Syahidah Tegaskan Sanksi Dapur MBG Gorontalo Jika Abaikan SOP
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie memberikan peringatan keras. Ia menegaskan akan memberi sanksi dapur MBG Gorontalo yang tidak menerapkan SOP, demi keselamatan anak-anak.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kedapatan tidak menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Penegasan ini disampaikan setelah Wagub melakukan kunjungan langsung ke beberapa SPPG di wilayah Gorontalo.
Kunjungan inspeksi ini dilakukan di SPPG yang berlokasi di Kecamatan Boliyohuto dan Kecamatan Asparaga, mencakup Desa Sidodadi, Monggolito, Paris, dan Asparaga. Dalam kunjungannya, Wagub didampingi oleh Satuan Tugas (Satgas) MBG yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, Balai POM, serta tim terkait lainnya.
Tujuan utama dari sidak ini adalah untuk memastikan kelayakan operasional SPPG dalam mendukung pelaksanaan Program MBG. Langkah ini juga bertujuan krusial untuk mencegah potensi terjadinya kasus keracunan makanan yang dapat membahayakan peserta didik yang menjadi penerima manfaat program.
Penegasan Standar Operasional Prosedur Program MBG
Dari hasil inspeksi mendadak tersebut, Wakil Gubernur Gorontalo menemukan sejumlah aspek penting yang memerlukan evaluasi dan perbaikan segera. Temuan ini terutama berkaitan dengan standar pengolahan, penyimpanan, dan pendistribusian makanan yang disajikan kepada para peserta didik.
Idah Syahidah menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis ini memiliki dampak langsung terhadap kesehatan dan keselamatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, seluruh SPPG diwajibkan untuk mematuhi setiap standar operasional prosedur yang telah ditetapkan tanpa terkecuali.
Wakil Gubernur memberikan peringatan keras, "Tidak boleh ada kelalaian jika tidak ingin kena sanksi." Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak menoleransi pelanggaran terhadap SOP yang berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak.
Perbaikan Kualitas dan Keamanan Pangan MBG
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga secara spesifik menyoroti beberapa poin penting terkait kualitas dan keamanan pangan. Salah satunya adalah pentingnya menjaga kondisi penyimpanan makanan kering agar benar-benar tetap kering, terutama untuk makanan yang akan dikonsumsi keesokan harinya.
Selain itu, Idah Syahidah juga menekankan urgensi pencantuman tanggal kedaluwarsa pada produk roti yang didistribusikan. Hal ini berfungsi sebagai jaminan utama atas kelayakan konsumsi dan keamanan pangan bagi para siswa.
Terkait menu makanan, Wagub merekomendasikan agar menu sayuran tertentu, seperti sawi hijau atau caisim, tidak lagi disajikan, khususnya untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Alasannya adalah sayuran tersebut cenderung terasa pahit jika dikonsumsi setelah dimasak lebih dari lima jam.
Perubahan rekomendasi menu ini bertujuan untuk menjaga kualitas makanan dan mencegah menurunnya minat makan siswa akibat rasa yang kurang enak. "Menu harus dipilih yang aman, bergizi dan tetap layak dikonsumsi hingga waktu makan. Jangan sampai anak-anak justru enggan makan karena rasa atau kualitasnya menurun," imbuhnya, menegaskan pentingnya pemilihan menu yang tepat.
Sumber: AntaraNews