Wagub Lampung Targetkan 'Zero Accident' Keracunan Pangan, Perkuat Pengawasan Pangan MBG
Wagub Lampung Jihan Nurlela meminta kabupaten/kota perkuat Pengawasan Pangan MBG setelah kasus keracunan. Targetnya, tak ada lagi insiden serupa. Bagaimana strateginya?
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya untuk serius memperkuat pengawasan pangan. Permintaan ini terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi perhatian nasional dalam upaya peningkatan gizi anak-anak.
Penekanan pengawasan meliputi seluruh rantai pasok, mulai dari distribusi bahan baku, proses penyajian makanan, aspek higienitas, hingga sistem penyimpanan yang tepat. Langkah ini diambil menyusul adanya kasus keracunan makanan yang sempat terjadi di beberapa lokasi layanan.
Meskipun insiden keracunan tersebut tidak berstatus kejadian luar biasa, pemerintah daerah tetap menjadikannya perhatian serius. Evaluasi menyeluruh telah dilakukan demi memastikan keamanan dan kualitas pangan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Pentingnya Pengawasan Rantai Pangan MBG
Wakil Gubernur Jihan Nurlela menegaskan bahwa keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari capaian jumlah penerima manfaat. Namun, jaminan kualitas dan keamanan pangan yang disalurkan juga menjadi indikator utama keberhasilan program ini. Oleh karena itu, pengawasan pangan MBG harus dilakukan secara menyeluruh dan terpadu dari hulu ke hilir.
Pengawasan yang ketat diminta untuk diterapkan mulai dari tahap awal distribusi bahan makanan. Hal ini penting untuk memastikan bahan baku yang diterima dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Proses penyajian makanan juga tidak luput dari perhatian, dengan penekanan pada aspek higienitas yang ketat.
Selain itu, sistem penyimpanan bahan baku juga menjadi fokus utama dalam pengawasan ini untuk mencegah kontaminasi. Penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan kontaminasi dan penurunan kualitas pangan yang signifikan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku demi kesehatan penerima manfaat.
Evaluasi dan Target 'Zero Accident' dalam Program MBG
Evaluasi mendalam telah dilakukan terhadap dinamika yang terjadi di lapangan, khususnya terkait insiden keracunan makanan yang sempat menghebohkan. Kasus ini, meski tidak menjadi KLB, tetap menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah dalam penyelenggaraan program. Penguatan pengawasan pangan MBG menjadi agenda prioritas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Diketahui sebelumnya, pada Jumat (29/8), 247 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang masuk dalam jangkauan pelayanan dapur SPPG Sukabumi, Bandarlampung, mengalami keracunan massal. Berdasarkan sidak BBPOM Lampung, hasil uji awal menunjukkan makanan tersebut tercemar bakteri Escherichia Coli. Bakteri ini berasal dari air yang digunakan dalam pengolahan makanan.
Menanggapi insiden tersebut, pemerintah daerah dengan tegas menargetkan "zero accident" atau nol kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis. Jihan Nurlela menekankan pentingnya menjaga kredibilitas program nasional ini di mata masyarakat. "Jangan sampai program yang ini justru berubah menjadi makan yang membuat sakit dan merugikan anak-anak kita," tegasnya.
Sumber: AntaraNews