BBWS Mesuji Sekampung: Irigasi Air Tanah Lampung Jadi Solusi Utama Hadapi El Nino
Fenomena El Nino mengancam kekeringan di Lampung. BBWS Mesuji Sekampung tawarkan Irigasi Air Tanah Lampung sebagai alternatif utama. Bagaimana strategi ini bekerja untuk menjaga pasokan air?
Bandarlampung menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada September mendatang. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menawarkan solusi inovatif bagi masyarakat. Pemanfaatan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) digadang menjadi alternatif utama penyediaan sumber air.
Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, menegaskan pentingnya strategi ini dalam menjaga ketersediaan air. Ia menyoroti bahwa neraca air tahunan di Lampung sebenarnya cukup, namun perlu antisipasi serius terhadap musim kemarau ekstrem. Oleh karena itu, usulan pembangunan sumur bor untuk Irigasi Air Tanah Lampung sangat didorong.
Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan pasokan air tetap tersedia, terutama di daerah irigasi yang rentan kekeringan. JIAT memanfaatkan cadangan air tanah saat intensitas hujan berkurang drastis. BBWS Mesuji Sekampung terus mendorong pemerintah daerah untuk segera mengajukan usulan sumur bor.
Irigasi Air Tanah Lampung sebagai Alternatif Utama Mitigasi El Nino
Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, menekankan bahwa sumur bor yang merupakan bagian dari Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) menjadi alternatif utama. Sistem ini memanfaatkan cadangan air tanah saat intensitas hujan berkurang drastis. Ini krusial untuk menghadapi musim kemarau ekstrem yang diprediksi akan datang.
Koyari juga mengungkapkan bahwa usulan untuk sumur bor di Lampung masih tergolong kurang. Hingga saat ini, baru ada 115 unit sumur bor yang telah terpasang. Padahal, potensi daerah irigasi di Lampung cukup besar dan membutuhkan dukungan lebih banyak.
BBWS Mesuji Sekampung secara aktif mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Lampung untuk segera mengajukan usulan. Batas waktu pengajuan usulan masih dibuka hingga bulan Mei. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan daerah menghadapi dampak El Nino.
Sebaran dan Kapasitas Jaringan Irigasi Air Tanah di Lampung
Saat ini, total suplai Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Lampung mencapai 115 unit sumur bor. Unit-unit ini memiliki total debit pompa sebesar 217,95 liter per detik. Jaringan ini mampu mengairi luas daerah irigasi mencapai 2.044 hektare.
Secara terperinci, Kabupaten Lampung Selatan memiliki 74 unit sumur bor. Total luas daerah irigasi yang terlayani adalah 1.294 hektare dengan debit air pompa 108,25 liter per detik. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan dalam pengairan lahan pertanian.
Sementara itu, Kabupaten Lampung Tengah memiliki 11 unit sumur bor yang mengairi 190 hektare lahan. Debit pompanya mencapai 56,44 liter per detik. Kabupaten Lampung Timur memiliki 27 unit sumur bor dengan luas irigasi 510 hektare dan debit pompa 43,36 liter per detik.
Dua kabupaten lainnya, Pesawaran dan Pringsewu, juga memiliki JIAT. Kabupaten Pesawaran memiliki 1 unit sumur bor untuk 20 hektare irigasi. Kabupaten Pringsewu memiliki 2 unit sumur bor yang mengairi 30 hektare dengan debit pompa 9,9 liter per detik.
Dorongan Usulan Sumur Bor untuk Mitigasi Kekeringan
Elroy Koyari menyebutkan bahwa daerah dengan potensi irigasi paling banyak berada di Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Oleh karena itu, kabupaten dan kota di wilayah ini didorong untuk proaktif mengajukan usulan. Ini adalah langkah mitigasi penting terhadap kemarau panjang.
Data dari BBWS Mesuji Sekampung menunjukkan daftar usulan sumur kekeringan untuk tahun 2026. Usulan ini tersebar di beberapa desa di Lampung Selatan, Lampung Timur, Tulang Bawang Barat, dan Lampung Tengah. Ini mencerminkan kebutuhan yang mendesak di berbagai wilayah.
Beberapa desa yang telah mengajukan usulan meliputi Desa Kelawi, Desa Bakauheni, dan Desa Totoharjo di Lampung Selatan. Di Lampung Timur, ada Desa Donomulyo dan Desa Catur Swako. Sementara itu, Desa Margo Dadi di Tulang Bawang Barat dan Desa Lempuyang Bandar, Desa Purna Tunggal, Desa Tanjung Anom, serta Desa Adi Jaya di Lampung Tengah juga telah mengajukan usulan.
Sumber: AntaraNews