Wabup Jayapura Minta Publik Pahami Akar Masalah Layanan RSUD Yowari
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, meminta masyarakat memahami akar persoalan di balik insiden meninggalnya ibu dan bayi yang menyoroti layanan RSUD Yowari.
SENTANI – Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, angkat bicara mengenai insiden meninggalnya seorang ibu dan bayi dalam kandungan di RSUD Yowari yang menjadi sorotan publik. Peristiwa tragis ini memicu berbagai reaksi di media sosial, mendorong Wabup untuk memberikan klarifikasi. Ia menekankan pentingnya melihat akar permasalahan, bukan hanya dampak akhir dari kejadian tersebut.
Wabup Haris Richard Yocku pada Jumat (22/11) di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, menjelaskan bahwa banyak kendala non-medis yang mempengaruhi operasional fasilitas kesehatan. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap kritik dan pertanyaan masyarakat mengenai kualitas pelayanan di rumah sakit daerah. Pihaknya berupaya memberikan pemahaman komprehensif kepada publik.
Sorotan publik terhadap layanan RSUD Yowari ini mencuat setelah keluarga pasien mengungkapkan kekecewaan atas penanganan yang diterima. Wabup Jayapura menegaskan bahwa insiden tersebut tidak dapat serta merta dianggap sebagai kelalaian tenaga medis. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh rumah sakit.
Akar Permasalahan dan Kendala Non-Medis
Wabup Haris Richard Yocku mengungkapkan salah satu kendala signifikan yang baru-baru ini dihadapi RSUD Yowari adalah pemalangan air bersih. Kejadian ini berdampak langsung pada kelancaran layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Pihak pemerintah daerah bersama DPRK dan Polres telah turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Beberapa hari lalu terjadi pemalangan air bersih di RSUD Yowari, kami sudah turun bersama DPRK dan polres, dan baru saja dibuka,” kata Wabup Haris. Pemalangan ini tentu saja mengganggu sanitasi dan operasional medis di rumah sakit. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor eksternal dapat sangat mempengaruhi kualitas layanan RSUD Yowari.
Kelancaran pasokan air bersih merupakan elemen krusial dalam menjaga standar kebersihan dan sterilisasi di lingkungan rumah sakit. Gangguan pada pasokan air dapat menghambat berbagai prosedur medis dan perawatan pasien. Oleh karena itu, penyelesaian masalah pemalangan air ini menjadi prioritas untuk memastikan layanan kembali optimal.
Wabup berharap masyarakat dapat memahami bahwa kendala non-medis semacam ini seringkali menjadi tantangan nyata. Hal ini perlu diperhitungkan saat mengevaluasi kinerja dan layanan RSUD Yowari. Upaya penanganan masalah non-medis terus dilakukan oleh pemerintah daerah.
Upaya Medis dan Kondisi Pasien Kritis
Wabup Haris Richard Yocku juga menyoroti bahwa musibah meninggalnya ibu dan bayi tersebut tidak semata-mata karena kelalaian tenaga medis. Ia menjelaskan bahwa pasien datang dalam kondisi yang sudah sangat genting. Tenaga kesehatan di RSUD Yowari telah berupaya maksimal menjalankan tugas mereka sesuai prosedur yang ada.
“Musibah meninggalnya ibu dan bayi itu, katanya, tidak semata-mata karena kelalaian tenaga medis, tetapi juga karena pasien datang dalam kondisi genting,” ujarnya. Pernyataan ini bertujuan untuk memberikan perspektif yang lebih seimbang. Masyarakat seringkali hanya melihat hasil akhir tanpa memahami proses penanganan medis yang kompleks.
Wabup menambahkan bahwa tidak semua kondisi dapat diprediksi ketika pasien tiba dalam keadaan kritis. Tenaga kesehatan, baik perawat, dokter, maupun paramedis, telah bekerja keras. “Kita tidak bisa menahan kematian, kita tidak bisa tahu kegagalan apa yang mungkin terjadi. Tugas kita yakni memberi kesempatan bagi petugas untuk bekerja,” tegasnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa ada batasan dalam upaya medis, terutama ketika pasien sudah dalam kondisi yang sangat parah. Memberikan kesempatan bagi petugas untuk bekerja secara profesional adalah hal yang penting. Hal ini juga menjadi bagian dari pemahaman publik terhadap layanan RSUD Yowari.
Kronologi dan Tuntutan Keluarga
Di sisi lain, pihak keluarga almarhumah, Ivon Kabey, menyampaikan pandangan yang berbeda mengenai penanganan pasien. Ivon Kabey, selaku keluarga dari Irene Sokoy (28) yang meninggal dunia, merasa bahwa pasien tidak mendapat penanganan memadai sejak awal di RSUD Yowari. Ini menjadi poin penting dalam sorotan publik.
Menurut Ivon Kabey, pasien sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit lain setelah dari RSUD Yowari. Namun, penolakan terjadi di beberapa fasilitas kesehatan tersebut. “Sejak awal adik ipar saya tidak ditangani dengan baik, kami ke beberapa rumah sakit dan terus ditolak, sampai akhirnya adik saya meninggal dalam perjalanan bersama bayi yang dikandung,” kata Ivon.
Kisah ini menyoroti kompleksitas sistem rujukan dan ketersediaan layanan di fasilitas kesehatan lain. Perjalanan pasien yang meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Dok II Kota Jayapura menjadi bukti kesulitan yang dihadapi keluarga. Tuntutan keluarga ini menunjukkan adanya kesenjangan persepsi antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam sistem pelayanan kesehatan. Baik dari sisi fasilitas medis maupun pemahaman masyarakat terhadap kondisi riil di lapangan. Kasus ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap layanan RSUD Yowari dan sistem rujukan di Jayapura.
Sumber: AntaraNews