RSUD Yowari Pastikan Penanganan Pasien Irene Sokoy Sesuai SOP, Akui Kekurangan Dokter Spesialis
RSUD Yowari di Jayapura memastikan penanganan pasien Irene Sokoy sesuai SOP, meski mengakui kekurangan dokter spesialis. Kasus ini memicu investigasi dan permohonan maaf.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, menegaskan bahwa penanganan pasien Irene Sokoy telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Pernyataan ini disampaikan menyusul perhatian publik yang luas terhadap kasus meninggalnya seorang ibu hamil asal Kampung Hobong tersebut.
Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, menjelaskan bahwa rumah sakit menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, khususnya pada dokter spesialis kandungan. Saat ini, hanya satu dari dua dokter spesialis kandungan yang dimiliki RSUD Yowari yang aktif bertugas, sementara yang lain sedang menjalani pendidikan.
Meskipun demikian, pihak rumah sakit memastikan bahwa setiap prosedur telah dijalankan sesuai mekanisme yang ada, termasuk koordinasi dengan dokter spesialis melalui sambungan telepon. RSUD Yowari juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhumah atas kekurangan yang terjadi.
Keterbatasan Dokter Spesialis dan Prosedur Penanganan
Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, mengungkapkan bahwa rumah sakitnya memiliki dua dokter spesialis kandungan, namun salah satunya sedang menempuh pendidikan. "Kami memang memiliki dua dokter spesialis kandungan, tetapi salah satunya sedang pendidikan, sehingga saat ini hanya satu dokter yang menangani pelayanan kehamilan di RSUD Yowari," kata Maryen melalui sambungan telepon di Sentani, Sabtu (22/11).
Terkait kasus yang menimpa Irene Sokoy, warga Kampung Hobong, pihak RSUD Yowari mengklaim telah menjalankan prosedur sesuai mekanisme yang seharusnya. Penanganan pasien dilakukan berdasarkan koordinasi antara perawat dengan dokter spesialis kandungan yang bertugas saat itu.
Koordinasi ini dilakukan melalui sambungan telepon karena dokter spesialis yang bersangkutan sedang tidak berada di Papua. Meskipun demikian, RSUD Yowari menegaskan bahwa semua langkah telah diambil untuk memastikan penanganan pasien Irene Sokoy tetap sesuai standar medis yang berlaku.
Investigasi dan Upaya Peningkatan Layanan RSUD Yowari
Menindaklanjuti kasus meninggalnya Irene Sokoy, pihak RSUD Yowari telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Hasil dari koordinasi tersebut adalah pembentukan tim yang akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus ini untuk mencari tahu penyebab pasti dan memastikan tidak ada kelalaian.
Seiring dengan kejadian tersebut, RSUD Yowari juga berupaya memperkuat layanan kesehatan dengan menambah tenaga dokter spesialis. "Seiring dengan kejadian tersebut, kami juga berupaya memperkuat layanan kesehatan dengan menambah tenaga dokter spesialis," ujar drg. Maryen Braweri.
Pihak rumah sakit telah mengusulkan penambahan dokter spesialis kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, serta Bupati Jayapura Yunus Wonda. "Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhumah, yang mana atas kekurangan sumber daya manusia di RSUD Yowari mengakibatkan Ibu Irene Sokoy meninggal dunia," tambahnya, menunjukkan komitmen untuk perbaikan dan peningkatan layanan di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews