Viral WNA Rusia Mengaku Disiksa dan Diculik, Polda Bali Lakukan Penyelidikan
Saat ini, pihaknya telah melakukan penyelidikan guna memastikan kebenarannya.
Seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia, bernama Sergei Domogatskii mengaku dirinya menjadi korban penculikan dan penganiayaan di Pulau Bali. Dugaan penganiayaan tersebut diunggah melalui akun Instagram bernama @mr.terimakasih.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy merespon soal unggahan yang viral tersebut. Lalu dikatakannya telah menghubungi pemilik akun untuk meminta klarifikasi, pada Senin (20/10) kemarin.
“Kami juga menghimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap pelanggaran hukum yang dialami maupun ditemui. Polda Bali dan jajarannya siap menangani dan menindak lanjuti setiap pengaduan secara profesional dan transparan,” kata Kombes Pol Ariasandy, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/10).
Saat ini, pihaknya telah melakukan penyelidikan guna memastikan kebenarannya.
Kronologi
Seperti diketahui, dalam postingan melalui akun Instagram @mr.terimakasih. Sergei Domogatskii memberikan keterangan, bahwa saat dirinya mengendarai sepeda motor di Bali, ada sebuah mobil merk alphard hitam menghalangi jalannya.
Kemudian, keluar dua orang Indonesia mengenakan pakaian polisi dengan masker di wajah.
Lalu, ia mengaku diseret ke dalam mobil dan memasang karung di kepalanya, mengikat, dan memukulinya.
"Saya tidak berpikir bahwa mereka adalah polisi sungguhan, karena seragam polisi yang mereka pakai adalah model lama," tulisnya.
Dia juga mengaku, dibawa ke sebuah rumah Indonesia di daerah Bukit. Di sana dia kembali dipukuli dan disiksa dengan stun gun. Dan mereka juga memasang kantong di kepalanya lalu mencekiknya dan berlangsung selama 3 jam.
"Mereka memasukkan pistol dan paket dengan bubuk tidak dikenal ke tangan saya yang terikat. Mereka berkata, bahwa sekarang ada sidik jari anda di pistol dan narkoba itu. Jika Anda tidak mentransfer 1.000.000$ kepada kami, maka anda akan masuk penjara. Ini berlangsung kira-kira 3 atau 4 jam," tulisnya.
Selain itu, dia juga mengaku datang 3 orang WNA Rusia dan juga memukuli dirinya lalu menyiksa dengan listrik dan mengatakan bahwa mereka akan membunuh.