Ketahuan Sudah Punya Anak Istri Jadi Sebab Otak Penculikan Lansia di PIK Diputusin Kekasihnya

Penolakan dari keluarga korban kemudian membuat hubungan keduanya berakhir dan seluruh komunikasi dengan pelaku diputus.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Ketahuan Sudah Punya Anak Istri Jadi Sebab Otak Penculikan Lansia di PIK Diputusin Kekasihnya
Jumpa pers Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana soal penculikan lansia di PIK (Liputan6.com)

Motif di balik percobaan penculikan terhadap GH (70) saat berolahraga pagi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya terungkap. Polisi menduga aksi nekat tersebut dipicu persoalan asmara setelah hubungan pelaku dengan anak korban berakhir.

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra mengatakan, otak pelaku berinisial CW (31) nekat melakukan penculikan karena sudah tidak dapat lagi berkomunikasi dengan keluarga korban, terutama setelah hubungannya dengan anak korban kandas.

Menurut Agta, CW sebelumnya menjalin hubungan dengan anak korban. Namun hubungan tersebut berakhir setelah keluarga korban mengetahui bahwa pelaku ternyata telah memiliki istri dan anak.

“Setelah ayah korban tahu pelaku punya istri dan anak, hubungan itu diputus. Pelaku juga di-cut off dan diblokir,” kata Agta kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Sejak saat itu, CW berulang kali berusaha menghubungi keluarga korban dan meminta kesempatan untuk bertemu. Namun seluruh upayanya ditolak hingga akhirnya ia mengambil langkah yang melanggar hukum.

“Dia minta ketemu korban, tapi sudah diblokir. Akhirnya dia nekat,” ucap dia.

Berdalih Hanya Ingin Berkomunikasi

Jumpa pers Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana soal penculikan lansia di PIKJumpa pers Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana soal penculikan lansia di PIK
Jumpa pers Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana soal penculikan lansia di PIK Liputan6.com

Meski diduga melakukan percobaan penculikan, CW mengaku tidak memiliki niat meminta uang tebusan kepada keluarga korban. Kepada penyidik, ia berdalih hanya ingin bertemu dan berbicara langsung dengan korban.

“Pengakuannya hanya mau komunikasi. Tapi kan tidak seperti itu caranya. Tidak boleh menculik dan melakukan kekerasan,” ucap Agta.

Polisi menegaskan bahwa alasan tersebut tidak dapat membenarkan tindakan yang dilakukan pelaku, terlebih aksi tersebut disertai unsur kekerasan terhadap korban.

Agta mengungkapkan, persoalan bermula karena pelaku diduga tidak terbuka mengenai status pribadinya saat menjalin hubungan dengan anak korban. Selama berpacaran, CW disebut menyembunyikan fakta bahwa dirinya telah berkeluarga.

“Itu yang membuat hubungan mereka akhirnya tidak direstui,” kata Agta.

Penolakan dari keluarga korban kemudian membuat hubungan keduanya berakhir dan seluruh komunikasi dengan pelaku diputus.

Libatkan Rekan Gym sebagai Eksekutor

Mobil pelaku penculikan lansia di PIK
Mobil pelaku penculikan lansia di PIK Liputan6.com

Dalam menjalankan aksinya, CW tidak bertindak seorang diri. Ia mengajak FAP (26) untuk membantu menjalankan rencana tersebut dan berperan sebagai eksekutor di lapangan.

FAP diketahui bekerja sebagai petugas keamanan di area pusat kebugaran sebuah apartemen di kawasan PIK. Keduanya saling mengenal karena sering berolahraga bersama di tempat kebugaran yang sama.

“Kenalnya saat gym bareng,” ujar Agta.

Untuk meyakinkan FAP agar mau terlibat dalam aksinya, CW diduga memberikan iming-iming berupa sebuah mobil.

“Pelaku kedua dijanjikan mobil oleh pelaku utama,” katanya.

Polisi kini masih mendalami peran masing-masing pelaku serta rangkaian peristiwa yang mengarah pada percobaan penculikan tersebut.

Rekomendasi