Usai Diperiksa KPK, Ridwan Kamil Lempar Polemik Korupsi BJB ke Direksi dan Komisaris
Gubernur hanya mengetahui aksi korporasi BUMD bila hanya ada laporan, oleh direksi, oleh komisaris selaku pengawas, dan juga oleh kepala biro BUMD.
Eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami menegaskan tidak ada keterlibatan dirinya dalam sengkarut rasuah pengadaan iklan pada PT BPD Jawa Barat dan Banten (BJB). Menurut dia, apa yang dilakukan BJB adalah tindakan pribadi mereka tanpa andil dan keputusan dirinya yang saat itu mejabat sebagai gubernur.
"Jadi pada dasarnya yang paling utama adalah saya itu tidak mengetahui apa yang namanya menjadi perkara dana iklan ini. karena dalam tupoksi gubernur, aksi korporasi dari BUMD ini itu adalah dilakukan oleh teknis mereka sendiri," kata pria disapa RK usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (2/11).
RK menjelaskan, gubernur hanya mengetahui aksi korporasi BUMD bila hanya ada laporan, oleh direksi, oleh komisaris selaku pengawas, dan juga oleh kepala biro BUMD. Namun, ketiganya tidak ada yang melakukan hal tersebut kepadanya.
"Tiga-tiga ini tidak memberikan laporan semasa saya menjadi gubernur. Makanya kalau ditanya saya mengetahui," klaim RK.
Ridwan Kamil Jawab Narasi yang Berkembang
RK berharap, penjelasannya bisa meluruskan narasi yang berkembang. Sebab, ia menyatakan tidak terlibat apalagi menikmati dari hasil rasuah yang dilakukan para oknum BJB.
"Jadi saya tidak tahu. Apalagi terlibat, apalagi menikmati hasilnya, dan lain sebagainya dan mudah-mudahan klarifikasi saya ini bisa membuat spekulasi atau persepsi yang terbangun selama ini menjadi lebih clear," dia menandasi.
Ridwan Kamil Penuhi Panggilan KPK
Sebagai informasi, pada hari ini Ridwan Kamil memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara rasuah BJB.
RK tiba sekira pukul 10.40 Wib dan selesai diperiksa pada 16.30 Wib. Total, RK diperiksa selama kurang lebih 6 jam.