Ulama Sentil Gaya Hidup Anggota DPR: Setop Flexing, Teladani Kepemimpinan Rasul
Selain perilaku pamer yang semestinya dihindari, Erick juga menyinggung pentingnya aspek komunikasi para pemimpin.
Penceramah asal Bandung, Ustaz Erick Yusuf menyinggung soal gaya hidup pamer alias flexing sejumlah anggota dewan yang belakangan ramai jadi sorotan. Menurutnya, alih-alih sibuk mempertontonkan harta dan kekuasaan, seorang wakil rakyat seyogyanya dapat meneladani sikap Rasulullah SAW yang justru memosisikan diri sebagai pelayan umat.
Hal itu dia ungkapkan di sela-sela menghadiri acara maulid nabi yang digelar oleh ikatan alumni SMAN 1-6 Bandung, di Taman Musik Bandung, pada Kamis (18/9). Peringatan maulid nabi sendiri menurutnya merupakan momentum para pemimpin dapat meneladani laku Rasulullah SAW.
"Artinya berbicara dengan hati, bekerja dengan hati, membersamai dengan hati. Kan Rasulullah sebagai segitiga piramida terbalik. Yang harusnya jadi raja tapi ini di balik Rasulullah menjadi pelayan buat umatnya, berkhidmat buat umatnya. Nah ini yang harus ada di para pemimpin," ujarnya.
Selain perilaku pamer yang semestinya dihindari, Erick juga menyinggung pentingnya aspek komunikasi para pemimpin. Ia mengatakan pola komunikasi yang diperlukan adalah yang tulus dan memperhatikan kepentingan rakyat.
"Makanya saya bukan hanya flexing, tapi komunikasi. Komunikasi itu hati ke hati. Menyatukan hati ini penting antara warga dengan wakil-wakilnya. Kalau sudah terjadi seperti itu, Insya Allah enggak akan terjadi wakil atau pemimpin yang menyakiti hati warga negara,” kata dia.
Sebut Nama Para Sahabat
Erick pun mencontohkan beberapa nama pemimpin Islam dari kalangan sahabat, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Ustman bin Affan. Ia menjelaskan, meski mereka berlimpah harta, sikap pamer jauh dari pola kepemimpinan mereka.
"Jadi bukan masalah kayanya, tetapi ketika mereka sebagai pemimpin bersama warganya dengan hati, mereka itu justru kekayaannya dimanfaatkan buat masyarakatnya," tutur Erick
"Mana mereka mau flexing? Karena apa? Karena mereka menjaga hati," imbuh dia.
Hindari Sikap Cinta Berlebihan Pada Duniawi
Dijumpai terpisah, KH. Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym, mengingatkan agar seyogyanya orang menghindari sikap hubbud Dunya alias cinta berlebihan kepada hal-hal yang bersifat duniawi. Ia mengatakan hal-hal tersebut pada akhirnya tidak akan dibawa mati. Dan kemulian seseorang, kata dia bukan ditentukan dari apa yang mereka miliki.
"Maka jangan maboklah dengan dunia yang pasti mati, pasti ditinggalkan, dan pasti dihisab. Sibuklah dengan hati baik, berbuat yang terbaik," tuturnya.
Hal tersebut menurutnya tidak semata berlaku bagi semua, tidak hanya pejabat negara semata. Dari jabatan sendiri, kata Aa Gym pada dasarnya merupakan ujian.
"Jabatan itu adalah ujian. Yang sukses itu yang lulus ujian. Dan jabatan itu tiga hal, satu pasti berakhir jabatannya, yang kedua pasti mati, dan yang ketiga pasti diadili di akhirat nanti, harus ingat," katanya.
Acara maulid nabi di Taman Musik Bandung sendiri merupakan rangkaian Spirit Porisman XII 2025. Acara pekan olahraga tersebut puncaknya bakal digelar pada bulan depan.
Virda Dimas Ekaputra, Panitia Spirit Porisman XII 2025, mengatakan puncak acaranya bakal digelar di SOR Jabar, Jalan Arcamanik Bandung.
"Puncaknya itu di Sor jabar. Alhamdulillah per hari ini juga sudah keluar izinnya dari Sor Jabar, jadi kita udah tanggal 22 November, bisa didapet tempat, udah fix, karena suratnya udah keluar," kata dia.