Mathla'ul Anwar Serukan Perbaikan Komunikasi Pejabat, Ternyata Ini Kunci Redam Aksi Massa!
Organisasi Islam Mathla'ul Anwar tekankan pentingnya perbaikan komunikasi antara pejabat dan masyarakat sebagai upaya krusial mencegah aksi massa ricuh. Apa saja seruannya?
Organisasi Islam Mathla’ul Anwar secara tegas menyerukan pentingnya perbaikan komunikasi antara pejabat publik dan masyarakat luas. Seruan ini disampaikan sebagai kunci utama untuk mencegah terjadinya aksi massa yang berpotensi berujung pada kericuhan di berbagai daerah.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH Embay Mulya Syarief, mengungkapkan pandangannya saat ditemui di Pemkot Serang pada Selasa lalu. Menurutnya, sebagian besar unjuk rasa yang terjadi selama ini berakar dari adanya sumbatan atau distorsi komunikasi antara pihak pemerintah dan rakyat.
Kondisi ini seringkali menyebabkan masyarakat merasa tidak didengar, sehingga memilih jalur demonstrasi untuk menyampaikan aspirasinya. Oleh karena itu, perbaikan komunikasi dianggap sebagai langkah proaktif yang sangat krusial untuk menjaga stabilitas sosial.
Pentingnya Dialog dan Keterbukaan Pejabat
KH Embay Mulya Syarief menyampaikan pesan penting kepada seluruh pejabat di lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Beliau menekankan agar para pejabat lebih komunikatif dan membuka pintu dialog seluas-luasnya bagi masyarakat.
Pejabat harus bersedia menerima kedatangan masyarakat dengan baik dan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung. Keterbukaan ini akan membangun jembatan kepercayaan antara pemerintah dan rakyat, mengurangi potensi kesalahpahaman.
Para pemimpin juga diingatkan untuk lebih peka terhadap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Kepekaan ini memastikan masyarakat tidak perlu bersusah payah mencari perhatian hanya untuk didengarkan, sehingga potensi gejolak sosial dapat diredam sejak dini.
Menghindari Kesenjangan Sosial dan Gaya Hidup Mewah
Selain perbaikan komunikasi, Mathla’ul Anwar juga mengkritik gaya hidup pejabat yang tidak sejalan dengan kondisi masyarakat. Pameran kemewahan dan kekayaan, menurut KH Embay Mulya Syarief, hanya akan menciptakan kecemburuan sosial yang dapat memicu ketidakpuasan publik.
Gaya hidup mewah para pejabat seringkali menimbulkan persepsi negatif di mata masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Hal ini dapat memperlebar jurang antara penguasa dan rakyat, memicu sentimen negatif yang berpotensi menjadi pemicu aksi massa.
Oleh karena itu, pejabat publik diharapkan dapat menunjukkan kesederhanaan dan empati terhadap kondisi masyarakat. Sikap ini akan membantu mengurangi ketegangan sosial dan membangun hubungan yang lebih harmonis antara pemerintah dan rakyat.
Etika Demonstrasi dan Penindakan Anarkisme
Mathla’ul Anwar juga mengingatkan para pengunjuk rasa mengenai pentingnya etika dalam menyampaikan aspirasi. Meskipun demonstrasi dijamin oleh undang-undang, penyampaian pesan harus dilakukan dengan cara yang santun dan elegan agar dapat diterima dengan baik.
Demonstrasi yang dilakukan dengan kebencian hanya akan menuai kebencian pula, sehingga tujuan awal unjuk rasa menjadi tidak tercapai. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis yang merugikan.
Pihaknya juga mendukung penuh aparat penegak hukum untuk menindak tegas setiap pelaku anarkis. Tindakan perusakan fasilitas publik, yang dibangun dari uang rakyat, saat aksi massa berlangsung tidak dapat dibenarkan dan harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Sumber: AntaraNews