Jaga Keutuhan Bangsa, Hentikan Demo Rusuh Berujung Kekerasan dan Penjarahan
"Menyampaikan aspirasi itu sudah dijamin oleh undang-undang, tidak ada masalah. Namun jangan sampai terjadinya kerusuhan."
Demonstrasi bergelombang terjadi disejumlah daerah. Terlebih demo diwarnai aksi anarki yang merusak berbagai fasilitas umum, bahkan menimbulkan korban jiwa.
Ketua Umum PB Mathalul Anwar, Embay Mulya Syarief mengungkapkan bahwa para tokoh bangsa memiliki keprihatinan mendalam terhadap kondisi sosial di masyarakat.
"Menyampaikan aspirasi itu sudah dijamin oleh undang-undang, tidak ada masalah. Namun jangan sampai terjadinya kekerasan, kerusuhan. Ini yang kita sayangkan," ujar Embay dalam keterangannya, Selasa (2/9).
Embay tegas menolak segala bentuk tindakan kekerasan dan perusakan fasilitas umum karena bertentangan dengan prinsip kebangsaan. Adanya hasutan rasisme, penjarahan, dan ekstremisme yang mengarah kepada terorisme perlu diwaspadai.
"Jangan sampai masyarakat terpancing, merusak fasilitas umum dan memperkeruh suasana," tegasnya.
Embay mendorong aparat penegak hukum untuk menindak tegas siapapun yang menjadi dalang kerusuhan. Hal ini penting demi menjaga ketertiban umum, keselamatan, dan stabilitas negara.
"Mendukung aparat keamanan bertindak profesional, tegas, dan terukur. Ketertiban dan rasa aman masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama," tuturnya.
Di sisi lain, Embay menambahkan, peristiwa ini menjadi catatan besar bagi pemerintah, serta para pejabatnya untuk melakukan evaluasi dan intropeksi diri. Menurutnya, kepekaan terhadap aspirasi dan kondisi sosial di masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas negara.
"Gaya hidup mewah yang dipertontonkan dapat memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat," kata Embay.
Embay juga mendorong pemerintah untuk memperbaiki pola komunikasinya dengan masyarakat. Pemerintah harus aktif melakukan konsolidasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat akar rumput untuk memitigasi terjadinya konflik.
"Kita jangan sampai terbawa oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab, terutama yang berasal dari media sosial yang belum tentu benar atau tidaknya," harapnya.
Ia menekankan bahwa dialog dan musyawarah adalah jalan terbaik dalam menyelesaikan perbedaan dan persoalan bangsa.
"Segala masalah bangsa hendaknya diselesaikan melalui jalur konstitusional dan dialog, bukan dengan kekerasan. Kita harus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa," tandasnya.