Trivia Selebriti di Tengah Aksi Demo DPR: Denny Sumargo dan Lucinta Luna Minta Massa Tak Anarkis
Selebritas seperti Denny Sumargo dan Lucinta Luna turut bersuara di tengah Aksi Demo DPR di Senayan, meminta massa tidak anarkis. Apa peran mereka dan bagaimana situasi di lapangan?
Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Sabtu sore diwarnai kehadiran sejumlah figur publik. Selebritas Denny Sumargo dan Lucinta Luna turut bersuara di tengah kerumunan massa Aksi Demo DPR ini. Mereka menyerukan agar para demonstran tidak melakukan tindakan anarkis.
Kehadiran para selebritas ini menjadi sorotan di tengah upaya massa yang mencoba menjebol gerbang gedung parlemen. Situasi tegang ini menuntut respons cepat dari aparat keamanan. Aparat bersiaga penuh untuk mencegah perusakan fasilitas umum selama Aksi Demo DPR berlangsung.
Denny Sumargo dan Lucinta Luna berharap aspirasi massa dapat tersampaikan dengan damai. Mereka menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum. Hal ini dilakukan demi menghindari dampak negatif yang bisa merugikan semua pihak yang terlibat dalam Aksi Demo DPR.
Seruan Damai dari Figur Publik
Denny Sumargo, salah satu selebritas yang hadir, secara tegas meminta massa untuk tidak anarkis. Ia menyampaikan bahwa tindakan merusak fasilitas umum hanya akan menghambat penyampaian aspirasi. Pesan ini penting agar tujuan demonstrasi dapat tercapai tanpa menimbulkan kerugian pada Aksi Demo DPR.
Di sisi lain, Lucinta Luna menunjukkan dukungannya dengan cara yang unik. Ia berorasi sambil memanjat pagar dan menunjuk helm ojek online yang dikenakannya. Aksi ini mengisyaratkan bahwa Aksi Demo DPR tersebut terkait dengan tewasnya seorang pengemudi ojol.
Informasi di lapangan juga menyebutkan bahwa para selebritas ini memberikan bantuan. Mereka membagikan air minum kepada para peserta aksi. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri di tengah Aksi Demo DPR yang berlangsung.
Ketegangan di Depan Gedung Parlemen
Situasi di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI sempat memanas ketika massa berupaya menjebol gerbang. Mereka bahkan menggunakan truk dan seutas tali kawat besi untuk menarik pagar. Prajurit TNI berusaha menghentikan upaya ini dengan langkah-langkah persuasif selama Aksi Demo DPR.
Menanggapi ancaman tersebut, aparat keamanan segera merapatkan barisan. Pasukan Marinir bersiaga di garis depan pagar, sementara Brimob dan kendaraan taktis mobil meriam air disiapkan. Strategi ini bertujuan mencegah massa merusak pagar dengan menyemprotkan air di lokasi Aksi Demo DPR.
Komando persuasif juga terus dilakukan melalui corong pengeras suara. Aparat mengingatkan massa bahwa Presiden telah mengarahkan TNI-Polri untuk bertindak tegas. Arahan ini berlaku jika demonstran mulai melakukan aksi anarkis sesuai undang-undang terkait Aksi Demo DPR.
Mereka juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang merugikan. Tindakan anarkis hanya akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Penting bagi semua pihak menjaga situasi tetap kondusif pasca Aksi Demo DPR ini.
Pembubaran Massa dan Situasi Terkini
Massa aksi terus melancarkan yel-yel "Buka, buka, buka pintunya. Buka pintunya sekarang juga." Seruan ini menunjukkan desakan kuat mereka untuk masuk. Ketegangan semakin meningkat seiring berjalannya waktu pada Aksi Demo DPR tersebut.
Sekitar pukul 18.25 WIB, aparat keamanan mulai mengambil tindakan lebih tegas. Mereka memukul mundur massa menggunakan gas air mata. Langkah ini diambil untuk mengendalikan situasi yang semakin tidak kondusif di area Aksi Demo DPR.
Sebagian massa kemudian mundur ke arah Senayan Park setelah aparat melakukan pembubaran. Situasi berangsur-angsur terkendali. Aparat terus memantau pergerakan massa untuk memastikan keamanan tetap terjaga pasca Aksi Demo DPR ini.
Sumber: AntaraNews