Trivia Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025: Era Digital Kunci Dukung Kesehatan Jiwa di Jambi
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menekankan peran krusial era digital dalam mendukung kesehatan jiwa masyarakat, terutama di Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025. Penasaran bagaimana?
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha baru-baru ini menyoroti peran vital era digital dalam mendukung kesehatan jiwa masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam acara "Frame Your Mind: Merawat Jiwa Lewat Lensa dan Suara" yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025 di Kota Jambi. Acara tersebut berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 18 hingga 19 Oktober 2025.
Menurut Diza, isu kesehatan jiwa sering kali terpinggirkan dan kurang tersosialisasi dengan baik di masa lalu, namun kini situasi tersebut telah berubah. Era digital membuka banyak peluang baru untuk meningkatkan kesadaran dan akses terhadap informasi mengenai kesehatan mental. Hal ini menjadi langkah maju yang signifikan dalam upaya menjaga kesejahteraan mental komunitas.
Kegiatan yang digagas oleh Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jambi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Jambi terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental. Pendekatan inovatif melalui seni diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan. Sebanyak 30 peserta turut serta dalam kegiatan yang berfokus pada ekspresi diri ini.
Peran Krusial Era Digital dalam Mendukung Kesehatan Jiwa
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menekankan bahwa era digital telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap isu kesehatan jiwa. "Isu kesehatan jiwa selama ini sering terpinggirkan dan kurang tersosialisasi dengan baik, terutama pada zaman dulu," katanya. Namun, kini berbagai platform digital menyediakan ruang bagi individu untuk mencari dukungan dan informasi.
Melalui media sosial, forum daring, hingga aplikasi kesehatan mental, masyarakat dapat lebih mudah mengakses sumber daya yang relevan. Ini membantu mengurangi stigma yang melekat pada kesehatan jiwa dan mendorong diskusi terbuka. Era digital juga memungkinkan penyebaran informasi yang cepat dan luas mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas, termasuk mereka yang mungkin enggan mencari bantuan secara konvensional. Dengan demikian, era digital tidak hanya menjadi sarana hiburan tetapi juga alat yang efektif dalam edukasi dan dukungan kesehatan jiwa.
Pendekatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dan komunitas psikologi untuk menjadikan isu kesehatan mental sebagai prioritas nasional. Aksesibilitas informasi menjadi kunci utama dalam membangun masyarakat yang lebih sadar dan peduli terhadap kondisi mentalnya.
Inovasi Pendekatan Melalui Seni dan Komunitas
Kegiatan "Frame Your Mind: Merawat Jiwa Lewat Lensa dan Suara" menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan inovatif dapat diterapkan. Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jambi sebagai agenda tahunan pengabdian kepada masyarakat. Peserta diajak untuk mengekspresikan diri melalui karya seni fotografi yang dipadukan dengan narasi atau caption.
Diza Hazra Aljosha sangat mengapresiasi metode ini. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, terlebih lagi pendekatannya melalui karya seni seperti foto yang dipadukan dengan narasi atau caption tentang kesehatan mental. Ini bisa jadi cara efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat," ujarnya. Pendekatan kreatif ini dinilai lebih menarik dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Ketua IPK Indonesia Wilayah Jambi, Eka Renny Yustisia, menjelaskan bahwa kegiatan ini membuka ruang bagi peserta. "Kegiatan ini bisa membuka ruang bagi peserta untuk mengekspresikan permasalahan kesehatan jiwa yang mungkin belum terselesaikan melalui foto dan deskripsi hasil karya mereka. Foto tersebut dapat berisi harapan dan kesempatan bagi para peserta," katanya.
Melalui ekspresi seni, individu dapat memproses emosi dan pengalaman mereka dengan cara yang konstruktif. Ini tidak hanya berfungsi sebagai terapi tetapi juga sebagai jembatan komunikasi untuk berbagi pengalaman dengan orang lain, membangun empati, dan mengurangi perasaan terisolasi.
Mempersiapkan Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045
Wakil Wali Kota Jambi juga menyoroti pentingnya kesehatan mental bagi generasi muda. Menurutnya, kesehatan mental yang terjaga adalah modal krusial agar pemuda-pemudi lebih siap menghadapi tantangan masa depan yang kompleks. Kesiapan mental akan memungkinkan mereka untuk bersaing dan berkontribusi secara optimal.
Tujuan akhirnya adalah mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda yang tangguh dan bermental sehat menjadi pilar utama pembangunan. Program-program yang mendukung kesehatan jiwa, seperti "Frame Your Mind", merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Membangun ketahanan mental sejak dini akan membekali pemuda dengan kemampuan adaptasi dan resiliensi. Ini sangat penting mengingat dinamika sosial dan ekonomi yang terus berubah. Dengan mental yang sehat, mereka dapat mengatasi tekanan dan mengambil keputusan yang tepat.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan institusi pendidikan sangat diperlukan untuk terus menggalakkan program-program kesehatan jiwa. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang suportif bagi pertumbuhan dan perkembangan mental positif generasi penerus bangsa.
Sumber: AntaraNews