Dokter Ungkap Perbedaan Nyeri Otot Ringan dan Cedera Serius
Jangan sepelekan nyeri otot yang berlangsung lebih dari dua hari, karena hal itu bisa menjadi indikasi adanya cedera yang lebih serius.
Setelah berolahraga, seringkali muncul nyeri otot. Nyeri ini dapat bervariasi, termasuk kram atau Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS), seperti yang dijelaskan oleh dokter spesialis kedokteran olahraga, Zeth Boroh.
Kram terjadi ketika otot mengalami kontraksi secara tiba-tiba, yang menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.
Sementara itu, DOMS adalah nyeri yang muncul 12 hingga 24 jam setelah melakukan olahraga yang jarang atau belum pernah dilakukan sebelumnya.
Zeth menyatakan bahwa nyeri otot dianggap wajar jika berlangsung satu hingga dua hari. Namun, jika nyeri tersebut berlangsung lebih dari tiga hari, hal itu bisa jadi pertanda cedera atau injury, karena rasa nyeri sering kali merupakan gejala paling umum dari cedera ringan.
"Itu yang kadang tidak dikenali oleh sport enthusiast. Mereka pikir 'no pain, no gain'. Padahal jangan sampai nyeri. Itu adalah suatu awal dari cedera," jelasnya.
Zeth juga mengingatkan agar jika merasakan nyeri, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk berolahraga. Sebaiknya, berikan jeda sejenak atau istirahat dari aktivitas fisik untuk menghindari risiko cedera yang lebih serius.
Segera Tangani Nyeri Otot Usai Berolahraga
Orang yang merasakan nyeri otot selama atau setelah berolahraga sebaiknya segera menangani masalah tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengompres area yang mengalami nyeri atau menggunakan obat pereda nyeri.
"Bisa dikompresi dengan kinesio taping. Bisa juga dengan metode yang lain atau dengan pemberian obat baik obat painkiller secara oral maupun dengan topikal," kata Beth.
Penggunaan metode yang tepat sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan dan mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan. Selain itu, penting juga untuk melakukan pemanasan sebelum berolahraga untuk mencegah cedera yang lebih serius.