Tragedi 7 Tahun Afifah: BPBD Makassar Salurkan Bantuan Pasca Kebakaran Maccini Sombala yang Hanguskan 8 Rumah
BPBD Makassar bergerak cepat menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak pasca kebakaran hebat di Maccini Sombala yang menewaskan Afifah Septiana Asdar (7) dan menghanguskan delapan rumah, menyisakan duka mendalam bagi 35 jiwa.
Sebuah insiden kebakaran tragis melanda pemukiman warga di Jalan Teluk Bayur RT/RW 005/004, Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (20/9) malam. Peristiwa nahas ini tidak hanya menghanguskan delapan unit rumah, tetapi juga merenggut nyawa seorang anak perempuan berusia tujuh tahun.
Menyikapi bencana ini, Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar segera bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para penyintas. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban 35 jiwa dari 11 keluarga yang kini kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan dasar akibat kebakaran Maccini Sombala.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyatakan bahwa timnya telah mendirikan tenda darurat dan menyalurkan berbagai kebutuhan mendesak. Langkah cepat ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memberikan perlindungan dan dukungan kepada warganya yang terdampak musibah.
Dampak Tragis dan Respons Cepat BPBD Makassar
Kebakaran di Maccini Sombala ini menyebabkan kerugian material yang signifikan serta duka mendalam bagi warga terdampak. Dari delapan unit rumah semi permanen yang hangus, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Makassar melaporkan enam unit rusak berat, satu unit rusak sedang, dan satu unit rusak ringan.
Korban jiwa dalam insiden ini adalah Afifah Septiana Asdar, seorang anak perempuan berusia tujuh tahun, yang ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan puing. Total 35 jiwa dari 11 keluarga kini harus berjuang untuk bangkit kembali setelah kehilangan tempat tinggal mereka dalam semalam akibat kebakaran tersebut.
Muhammad Fadli Tahar menjelaskan, "Sudah disalurkan bantuan kebutuhan mendesak seperti selimut, sarung, terpal, pakaian, bahan pokok, family kit, baby kit, peralatan P3K, serta mendirikan tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara korban terdampak." Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar para penyintas di masa-masa sulit ini.
Selain itu, tim BPBD Makassar juga telah memulai proses recovery, termasuk penyaluran logistik, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Mereka juga mempertimbangkan pemberian trauma healing jika diperlukan untuk membantu pemulihan psikologis korban kebakaran Maccini Sombala.
Proses Penyelidikan dan Komitmen Pemkot Makassar
Penyebab pasti kebakaran di Maccini Sombala ini masih dalam tahap penyelidikan oleh aparat kepolisian. Kapolsek Tamalate, Kompol Syarifuddin, mengonfirmasi bahwa timnya masih bekerja di lapangan untuk mengungkap pemicu insiden tersebut. "Penyebab masih diselidiki anggota di lapangan," ujarnya.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa api mulai terlihat membesar pada salah satu rumah warga sekitar pukul 22.30 WITA pada Sabtu malam. Warga segera melaporkan kejadian ini ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, namun api baru dapat dipadamkan sepenuhnya pada Pukul 01.00 WITA.
Fadli Tahar menegaskan bahwa penanganan cepat bencana ini merupakan prioritas dan cerminan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam melindungi warganya. "Respons cepat ini merupakan prioritas, agar masyarakat terdampak merasa aman dan terlindungi. Bantuan yang diberikan diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dasar hingga kondisi pulih," tuturnya.
BPBD Kota Makassar akan terus memantau lokasi, berkoordinasi dengan kelurahan, kecamatan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memfasilitasi pemulihan jangka panjang. Dalam dua hari ke depan, bidang rekonstruksi dan rehabilitasi BPBD Makassar akan melakukan pembersihan lokasi serta menyalurkan bantuan bahan konstruksi untuk pembangunan kembali rumah warga yang terdampak kebakaran Maccini Sombala.
Sumber: AntaraNews