Tim Gabungan Berhasil Evakuasi 9 Warga Terjebak Banjir Palembayan Agam
Tim gabungan berhasil mengevakuasi sembilan warga yang terjebak banjir di Palembayan Agam setelah Sungai Batang Nanggang meluap akibat hujan deras.
Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berhasil mengevakuasi sembilan warga yang terjebak banjir. Peristiwa ini terjadi di Jorong Tapian Kandis, Nagari Silareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan.
Evakuasi berlangsung pada Minggu (23/11) setelah para warga terjebak di pondok kebun mereka sejak Sabtu sore. Luapan Sungai Batang Nanggang menjadi penyebab utama insiden ini.
Curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir mengakibatkan sungai meluap drastis. Kondisi ini membuat aktivitas warga di kebun terganggu dan mereka tidak dapat menyeberang sungai.
Kronologi Kejadian dan Upaya Penyelamatan
Warga yang beraktivitas di kebun seberang Sungai Batang Nanggang mulai terjebak sejak Sabtu (22/11) sore. Tingginya intensitas curah hujan menyebabkan air sungai meluap hingga ke area kebun mereka.
Pada awal kejadian, para korban masih dapat berkomunikasi dengan warga sekitar. Namun, pada Minggu (23/11), komunikasi mereka terputus, memicu kekhawatiran dan upaya penyelamatan.
Upaya penyelamatan terhadap 12 warga yang terjebak banjir dimulai sejak pukul 16.00 WIB. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari BPBD Agam, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI) Agam, pihak nagari, serta masyarakat setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menyatakan bahwa evakuasi korban dilakukan menggunakan perahu. Seluruh proses evakuasi telah berhasil diselesaikan.
Daftar Korban dan Keputusan untuk Bertahan
Dari total 12 warga yang semula terjebak, sembilan di antaranya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Mereka adalah Dasman (35), Daren (65), Dolianto (38), Amir (60), Farel (13), Peri (36), Aril (16), Deni (45), dan Yeni (40).
Kesembilan korban tersebut merupakan warga Jorong Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan. Mereka kini telah berada di tempat yang aman setelah proses evakuasi.
Tiga korban lainnya memilih untuk tidak dievakuasi dan tetap bertahan di pondok kebun mereka. Ketiga korban ini adalah satu keluarga, yaitu Edi (27), Rita (25), dan Herman (2).
Mereka beralasan membawa bekal logistik yang cukup untuk satu minggu tinggal di pondok kebun miliknya. Pihak berwenang telah mencatat keputusan mereka untuk tetap berada di lokasi.
Sumber: AntaraNews