Kemenhut Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah bagi Penyintas Bencana di Huntara Agam
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah kepada 117 Kepala Keluarga (KK) penyintas bencana di hunian sementara (huntara) Agam, Sumatera Barat. Bantuan Kemenhut Agam ini diharapkan dapat membantu para penyintas menjalankan i
Lubuk Basung, Jumat (30/1) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hari ini menyalurkan bantuan berupa perlengkapan ibadah kepada 117 Kepala Keluarga (KK) penyintas bencana. Bantuan ini diberikan kepada warga yang kini menempati hunian sementara (huntara) di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penyaluran bantuan Kemenhut Agam ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.
Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) Kemenhut, Suharyono, menyatakan bahwa perlengkapan ibadah yang diserahkan meliputi kain sarung, baju koko, dan mukena. Bantuan langsung diberikan kepada para penyintas yang tinggal di huntara tersebut, memastikan mereka menerima dukungan yang dibutuhkan.
Suharyono menambahkan, penyerahan bantuan ini merupakan inisiatif dari Rimbawan Peduli, sebuah gerakan yang berupaya meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Dengan adanya bantuan Kemenhut Agam berupa perlengkapan ibadah ini, diharapkan para penyintas dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan perayaan Idul Fitri dengan lebih khusyuk dan nyaman.
Dukungan Kemenhut untuk Kebutuhan Spiritual Penyintas
Bantuan perlengkapan ibadah yang disalurkan oleh Kemenhut ini sangat relevan mengingat Ramadhan dan Idul Fitri akan tiba dalam beberapa minggu ke depan. Setiap kepala keluarga menerima paket yang berisi baju muslim dan kain sarung untuk bapak-bapak, serta mukena bagi ibu-ibu.
Suharyono menekankan pentingnya bantuan ini untuk mendukung aktivitas keagamaan para penyintas. "Kami mengharapkan dengan bantuan yang diberikan, penyintas bisa menjalankan ibadah Ramadhan nantinya," ujar Suharyono.
Bantuan Berkelanjutan dan Respon Cepat Pasca Bencana
Sebelumnya, Kemenhut juga telah memberikan serangkaian bantuan lain kepada penyintas dan warga yang terdampak bencana banjir bandang di wilayah tersebut. Bantuan ini mencakup kebutuhan pokok untuk memastikan keberlangsungan hidup mereka di masa sulit.
Selain itu, Kemenhut juga memberikan bantuan pipanisasi air di 10 nagari terdampak serta membuka posko kesehatan untuk melayani kebutuhan medis warga. "Alhamdulillah, bantuan pipa dan tandon telah dipasang warga, sehingga air sudah kembali mengalir ke rumah warga," kata Suharyono, menunjukkan efektivitas bantuan yang telah disalurkan.
Salah seorang penyintas, Yuni Efnita (35), menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan perlengkapan ibadah tersebut. "Perlengkapan ibadah ini bisa kami gunakan saat Ramadhan dan Idul Fitri nanti. Kami sangat senang sekali dengan adanya bantuan ini," ungkap Yuni Efnita.
Hunian Sementara Diresmikan Pejabat Tinggi Negara
Sebanyak 117 unit hunian sementara (huntara) yang kini ditempati para penyintas telah diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pada 24 Januari 2026.
Setelah peresmian, huntara tersebut langsung ditempati oleh para penyintas yang sebelumnya tinggal di pengungsian SDN 05 Kayu Pasak atau menumpang di rumah keluarga. Mereka telah menempati huntara selama tujuh hari setelah rumah mereka rusak parah akibat banjir bandang yang terjadi pada Kamis, 27 November 2025.
Sumber: AntaraNews