BPBD Agam Lakukan Evakuasi Korban Banjir Bawan, Ratusan Warga Terdampak

BPBD Agam bersama Basarnas Padang berhasil melakukan evakuasi korban banjir Bawan di Anak Aia Kasiang, Kecamatan Ampek Nagari, Agam, setelah permukiman terendam 1,5-2 meter.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Agam Lakukan Evakuasi Korban Banjir Bawan, Ratusan Warga Terdampak
BPBD Agam bersama Basarnas Padang berhasil melakukan evakuasi korban banjir Bawan di Anak Aia Kasiang, Kecamatan Ampek Nagari, Agam, setelah permukiman terendam 1,5-2 meter. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, bersama tim Basarnas Kota Padang, telah berhasil mengevakuasi ratusan warga yang terdampak banjir. Sebanyak 150 korban banjir di Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, dievakuasi pada Kamis (27/11) dari rumah mereka yang terendam.

Proses evakuasi korban banjir Bawan ini dilakukan secara sigap untuk memastikan keselamatan warga yang terjebak. Mereka dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, termasuk rumah kerabat dan fasilitas umum yang tidak terdampak genangan air. Upaya ini menunjukkan koordinasi yang baik antara lembaga penanggulangan bencana di daerah tersebut.

Banjir yang melanda wilayah ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi sejak tanggal 22 November, mengakibatkan permukiman warga terendam. Ketinggian air mencapai 1,5 hingga 2 meter di beberapa titik, memaksa warga untuk meninggalkan rumah mereka. Situasi darurat ini memerlukan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghapur, menjelaskan bahwa 150 warga berhasil dievakuasi dari rumah mereka yang terendam. Proses evakuasi korban banjir Bawan ini menggunakan dua unit perahu milik BPBD Agam dan satu perahu dari Basarnas Padang.

Para warga yang berhasil dievakuasi diarahkan ke berbagai tempat penampungan sementara. Beberapa di antaranya memilih untuk mengungsi ke rumah saudara mereka yang berada di lokasi aman, sementara sebagian lainnya ditampung di Mushalla Puduang dan Balairong Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bawan.

Meskipun demikian, masih ada sekitar 150 warga lainnya yang terdampak banjir dan memilih untuk bertahan di Anak Aia Kasiang. BPBD Agam menyatakan bahwa evakuasi terhadap warga yang tersisa akan dilanjutkan pada hari Jumat (28/11) untuk memastikan semua korban mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Permukiman warga di Anak Aia Kasiang mengalami dampak signifikan akibat curah hujan yang tinggi dan terus-menerus. Banjir yang terjadi telah merendam rumah-rumah penduduk dengan ketinggian air yang cukup mengkhawatirkan, mencapai sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Abdul Ghapur menambahkan bahwa curah hujan yang tinggi ini sudah berlangsung sejak 22 November, menyebabkan volume air sungai meluap dan merendam area permukiman. Kondisi ini membuat akses warga menjadi terhambat dan membahayakan keselamatan mereka.

Pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana terus memantau situasi di lapangan. Mereka berupaya menyediakan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar para korban banjir Bawan terpenuhi selama masa darurat ini. Kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam seperti ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi