Tentara Keluar Barak Pasca Demo Rusuh, Komisi I: Tidak Ada Darurat Militer
Isu mengenai Kementerian Pertahanan yang sedang mempersiapkan penerapan darurat militer adalah tidak benar.
Sejumlah personel TNI keluar barak. Amankan tiap sisi jalanan serta objek vital. Hal itu imbas dari kericuhan demo di sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta.
Isu darurat militer pun menyeruak. Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menegaskan bahwa isu mengenai Kementerian Pertahanan yang berencana menerapkan darurat militer adalah tidak benar.
"Enggak ada (darurat militer), enggak ada darurat militer," ungkap Dave saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (3/9).
Lebih lanjut, Dave menjelaskan bahwa dalam rapat yang diadakan bersama Kementerian Pertahanan pada Senin (1/9/2025), tidak ada pembahasan mengenai darurat militer.
"Tidak (pembahasan), tidak ada darurat militer, sekarang semuanya sudah normal, supremasi sipil," tegasnya. Dengan pernyataan tersebut, ia ingin memastikan bahwa situasi saat ini berada dalam kondisi yang stabil dan tidak ada ancaman darurat militer yang perlu dikhawatirkan.
Kata Wakil Panglima TNI
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menegaskan bahwa tidak akan ada penerapan darurat militer meskipun terdapat banyak kerusuhan dan penjarahan di sejumlah daerah. Ia menyatakan bahwa TNI dan Polri berkomitmen untuk bekerja sama.
"Saat tanggal 30 Pak Presiden memanggil Panglima TNI dan Kapolri menyampaikan statement itu dan kita solid jadi satu, bagaimana untuk mengelola ini sama-sama, jadi tidak ada kita mau ngambil alih, tidak ada," kata Tandyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Senin (1/9).
Tandyo juga menekankan bahwa tidak ada rencana untuk mengubah situasi menjadi darurat militer. Ia menjelaskan bahwa Polri akan selalu berada di garis depan, sementara TNI akan memberikan dukungan.
"Karena itu disampaikan bahwa yang di depan kan Polri dulu, Polri baru setelah itu ada kondisi seperti ini ya barulah kita jadi satu dengan Polri tidak ada keinginan kita untuk mengambil terima," ungkapnya.
Diduga Picu Kerusuhan
Tandyo menegaskan bahwa isu mengenai keterlibatan TNI dalam menciptakan kondisi terkait kerusuhan yang terjadi baru-baru ini tidak benar. Ia menyatakan, "Saya kira apa yang kemampuan TNI untuk mencipta kondisi. Kita kan di belakang terus di belakang polri," pungkasnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa TNI tidak memiliki peran dalam memicu situasi tersebut, melainkan mendukung kepolisian dalam menjaga keamanan. Dengan demikian, Tandyo ingin menegaskan bahwa TNI tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas dan tidak terlibat dalam tindakan yang dapat menimbulkan kekacauan. Hal ini penting untuk memastikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi keamanan di Indonesia.