Tak Lagi Garang, Begini Tampang Ciut 4 Pesilat yang Keroyok Warga Bandung
Dalam balutan baju tahanan dan tangan terborgol, mereka tampak jauh dari citra jagoan.
Empat anggota perguruan silat Setia Hati Terate (PSHT) hanya bisa tertunduk ciut saat digelandang ke beranda gedung utama Mapolrestabes Bandung, Jumat (11/7). Dalam balutan baju tahanan dan tangan terborgol, mereka tampak jauh dari citra jagoan.
MIH, FAF, AE, dan JP bukan warga Bandung. Namun ulah brutal mereka justru menodai wilayah itu. Mereka ditangkap karena mengeroyok seorang warga berinisial MF di kawasan Jalan KHP Mustofa, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, pada Sabtu malam, 5 Juli 2025, sekitar pukul 23.30 WIB.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono mengungkap, pengeroyokan terjadi saat para tersangka tengah melintas secara iring-iringan.
“Pada saat itu mereka pulang iring-iringan dan pada saat melewati daerah Cibeunying Kaler bertemu dengan korban MF dan kemudian para tersangka melakukan pengeroyokan terhadap korban tersebut,” kata Budi kepada awak media.
Peran Tersangka
Budi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, awalnya para tersangka berkendara ugal-ugalan saat konvoi. Korban menegurnya, tapi tersangka tak terima sehingga melakukan penganiayaan kepada korban.
Sementara menurut versi tersangka, insiden itu dipicu karena korban melempar botol ke arah mereka.
“Keempat pelaku yaitu tersangka atas nama MIH, tersangka atas nama FAF, tersangka atas nama AE, dan tersangka atas nama JP, dengan peran masing-masing ada yang menendang, ada yang mendorong, ada yang memukul, dua orang lagi memukul," jelas dia.
Terancam 6 Bulan Penjara
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan 6 bulan penjara.
Budi menegaskan, pihaknya tak bakal membiarkan para pembuat onar di wilayah Kota Bandung. Apalagi, mereka yang berasal dari luar Bandung.
"Saya mengimbau tidak boleh lagi ada konvoi-konvoi beriringan apalagi sampai memprovokasi, apalagi sampai menganiaya, khususnya warga Kota Bandung. Apalagi empat tersangka ini bukan orang Bandung," ucap dia.