Telepon Minta Tolong Pecah Keheningan Malam, Kepanikan Langsung Selimuti Ibunda Korban Tabrakan Maut Kereta di Bekasi
Salah satunya Yunis, Ibunda dari Laily (27) salah satu korban tabrakan kereta di Bekasi. Yunis mengetahui kabar tersebut dari anaknya sendiri.
Sejumlah keluarga korban kecelakaan maut kereta di Bekasi Timur memenuhi ke rumah sakit. Memeriksa sanak saudara yang menjadi korban.
Salah satunya Yunis, Ibunda dari Laily (27) salah satu korban tabrakan kereta di Bekasi. Yunis mengetahui kabar tersebut dari anaknya sendiri.
Namun, ia tidak langsung percaya mengingat maraknya modus penipuan saat ini. Ia baru percaya setelah menerima foto kondisi anaknya dari lokasi kejadian.
"Saya awalnya tidak percaya dong ada telepon masuk bilang halo ini anaknya nih kecelakaan," kata Yunis saat ditemui di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).
Yunis mengatakan, anaknya yang bernama Laily itu bekerja di kawasan Tebet dan sehari-hari menggunakan moda transportasi kereta api listrik untuk beraktivitas. Saat kejadian, ia tengah dalam perjalanan pulang menuju Cibitung.
Saat itu, dipukul 21.30 Wib, ponsel Yunis berdering saat ia hendak pulang bekerja. Terlihat nomor tidak dikenal yang menghubungi. Ia curiga karena maraknya modus penipuan serupa, bahkan ia sempat menutup telepon setelah diingatkan rekannya.
Tak lama berselang, panggilan kembali masuk ke telepon Yunis. Kali ini, suara di seberang terdengar seperti anaknya yang meminta pertolongan.
"'Mama, aku Mama, tolongin,' gitu," kata Yunis.
Untuk memastikan, ia bahkan meminta dilakukan panggilan video. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi dan hanya dikirimkan foto kondisi korban.
"Foto saya lihat, 'Iya anak saya nih.' Saya langsung panikan," ucapnya.
Di saat yang bersamaan, Yunis juga mendapat informasi dari rekan kerjanya soal kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Selepas itu, barulah Yunis menghubungi anggota keluarganya yang lain untuk memastikan kondisi anaknya.
Yunis akhirnya mendapat kepastian bahwa anaknya, Laily telah dievakuasi petugas dan dibawa ke RSUD Bekasi.
"Petugas bilang, 'Ibu, anaknya sekarang saya bawa ke RSUD Bekasi ya.' Untung anak saya itu ingat nomor telepon saya karena HP-nya hilang," ujar Yunis.
Saat ini, kata Yunis Laily bersama korban lainnya masih menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bekasi. Yunis mengatakan anaknya mengalami luka di bagian punggung dan kaki, serta benturan di kepala.
"Luka di belakang di punggung, di kaki itu saja sih. Kepalanya benjol," kata dia.
Menurut Yunis, korban juga sempat mengalami muntah dan mengeluh pusing, namun tetap dalam kondisi sadar.
Dari cerita korban, peristiwa terjadi sangat cepat. Laily disebut tidak menyadari situasi karena sedang menggunakan ponsel saat kejadian berlangsung.
"Anak muda kan main handphone ya dia enggak ngeuh. Tiba-tiba itu, langsung kereta masuk, dia kaget," kata dia.
Barang Pribadi Hilang
Selain luka, sejumlah barang milik korban juga dilaporkan hilang, termasuk telepon genggam, gelang emas, dan uang tunai. Namun, Yunis menegaskan keselamatan anaknya menjadi prioritas utama.
"Yang penting anak saya dulu, keselamatannya," ujar Yunis.
Harap Kondisi Anak Membaik
Yunis mengaku tiba di rumah sakit sekitar pukul 23.30 Wib setelah menempuh perjalanan dari Depok. Ia berharap kondisi anaknya segera membaik dan mendapat penanganan maksimal.
"Kalau menurut saya sih kejadiannya human error ya. Kok bisa sampai sinyal enggak kedeteksi gitu loh," ucapnya.