Cerita Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Bikin Sesak, Ada yang Kemaluan Anaknya Sakit
sejumlah orang tua ini sempat menyampaikan uneg-uneg dan kemarahannya ke Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi.
Sejumlah orang tua yang anaknya menjadi korban dari perlakuan tak manusiawi di daycare Little Aresha hadir dalam jumpa pers pengungkapan kasus itu di Polresta Yogyakarta, Senin (27/4).
Dalam jumpa pers ini hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah orang tua ini sempat menyampaikan uneg-uneg dan kemarahannya atas perlakuan tak manusiawi yang diterima oleh anak-anak mereka.
Dengan suara bergetar dan isak tangis, para orang tua ini menuntut keadilan bagi anak-anak mereka.
Salah seorang wali murid berinisial A menangis saat menceritakan kondisi adiknya yang dititipkan di Little Aresha. A menuturkan adiknya harus divonis speech delay atau keterlambatan dalam berbicara usai dititipkan di Little Aresha.
"Adik saya divonis speech delay. Adik saya harus diterapi. Ini semua gara-gara dititipkan di sana," kata A sambil menahan isak tangisnya.
Orangtua lainnya berinisial F mengatakan jika anak perempuannya saat dititipkan di Little Aresha pernah mengalami kesakitan di area kemaluannya selama empat hari berturut-turut.
F juga menyebut ada perubahan perilaku seksual dari anaknya. Hal yang sama juga didengar F dari beberapa orang tua yang anaknya dititipkan di Little Aresha.
"Saat saya bicara dengan psikolog di UPT PPA dan orang tua lain ternyata ada yang mengonfirmasi pula perubahan-perubahan pola seksual yang dialami orang tua masing-masing," ucap F.
Minta Pasal Berlapis
Orang tua lainnya berinisial S menyampaikan dirinya berharap agar para pelaku ini dihukum dengan pasal berlapis. S menilai pasal yang diterapkan polisi saat ini belum memasukkan pasal penganiayaan.
"Kami minta agar pasalnya berlapis. Ini ada dugaan penganiayaan karena ada beberapa anak yang mengalami luka lebam di tubuhnya," tegas S.
W, salah satu orang tua juga mendesak agar polisi mengusut tuntas kekerasan yang dialami oleh anak-anak yang dititipkan di Little Aresha. W menerangkan jika anaknya mengalami gangguan tumbuh kembang usai dititipkan di Little Aresha.
"Berat badan anak menjadi turun drastis usai dititipkan di sana. Saya melihat ada unsur kelalaian dan perlakuan tak manusiawi pada anak-anak kami. Saya ingin ini diusut tuntas," tutup W.