Polisi menangkap 3 orang pelaku dari kelompok geng motor yang menyerang pedagang martabak di Inhoftank, Kecamatan Bojongloa Kidul, Bandung, Jawa Barat. Aksi meresahkan tersebut sempat viral di media sosial.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, mengungkap ketiganya ialah inisial SAR (19), SR (17), dan NA (18). Mereka dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Bandung di Cianjur, Jawa Barat, dalam upaya melarikan diri dari konsekuensi hukum.
“Kita tangkap di Cianjur. Jadi informasi mereka sudah kabur. Ini baru tadi kita tangkap di Cianjur para pelaku tersebut,” ungkap Budi saat konferensi pers di Mapolrestabes Bandung, Kamis (4/12).
Advertisement
Hasil pemeriksaan, rupanya ketiga pelaku juga bukan orang asli Kota Bandung, melainkan berasal dari Kabupaten Bandung.
Adapun peristiwa penyerangan, dijelaskan Budi, bermula saat kelompok geng motor yang menamakan diri Warkav (Warung Kavling) ini melakukan konvoi ke Kota Bandung dengan rute Pasawahan, Cibaduyut, Inhoftank, Kopo, Caringin sambil membawa senjata tajam. Itu mereka lakukan usai mabuk minuman keras.
Saat tiba di Jalan Inhoftank, tanpa alasan jelas mereka langsung mencoba menyerang korban, yakni Agus Nugraha, dengan senjata yang mereka bawa. Namun, tindakan mereka gagal usai korban melakukan perlawanan. Mereka lalu kabur meninggalkan lokasi.
“Kepada pelaku tersebut setelah kita identifikasi berhasil ditangkap 3 orang. Tetapi nanti ada pelaku lain masih kita kejar,” kata Budi.
Advertisement
Ia menegaskan bahwa para pelaku bakal ditindak sesuai hukum dengan pasal 170 terkait pengeroyokan dan pasal undang-undang darurat terkait benda tajam. Bila ada mereka bawah umur dengan menerapkan status Anak Berhadapan Hukum (ABH).
“Karena ini sudah sangat meresahkan jadi proses berjalan tapi dengan perlakuan ABH jika memang dari pelaku masih dibawa umur. Tapi kalau sudah dewasa kita akan sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Budi.
Penindakan terhadap geng motor sendiri telah menjadi atensi jajaran Polrestabes Bandung, sebagaimana Maklumat Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan.
“Kita melihat geng motor beberapa kali kita operasi di Kota Bandung Alhamdulillah sudah mulai turun, tetapi masih banyak pelaku dari luar Kota Bandung yang pada malam weekend bermain di Kota Bandung,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada guru dan orang tua untuk turut melakukan pengawasan.
“Kalau lihat anak-anak mudanya, masih kecil bawa motor, tolong ingatkan. Jangan ikut geng motor. Kalau mau jalan-jalan, jalan biasa saja,” pesannya.