Tahukah Anda? RSUD Rejang Lebong Siapkan 21 Ruang KRIS Baru, Target Beroperasi Akhir 2025
RSUD Rejang Lebong tengah menyiapkan 21 ruang pelayanan KRIS yang ditargetkan beroperasi akhir 2025, menjanjikan peningkatan kualitas dan kenyamanan bagi pasien rawat inap.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rejang Lebong, Bengkulu, kini tengah gencar mempersiapkan fasilitas baru bagi para pasien. Sebanyak 21 ruang pelayanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sedang dalam tahap finalisasi. Inisiatif ini merupakan respons terhadap kebijakan pemerintah pusat yang mulai memberlakukan sistem KRIS untuk menggantikan skema kelas 1, 2, dan 3 bagi peserta BPJS Kesehatan.
Plt Direktur RSUD Rejang Lebong, Nova Friska Elianti, menjelaskan bahwa persiapan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis. Ruangan-ruangan baru ini ditargetkan sudah bisa beroperasi penuh pada akhir tahun 2025. Pasien yang menjalani rawat inap di RSUD Rejang Lebong nantinya akan merasakan fasilitas yang lebih modern dan nyaman.
Perubahan signifikan ini diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Rejang Lebong. Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan proses penyembuhan pasien dapat berjalan lebih cepat. Peningkatan privasi dan kenyamanan menjadi fokus utama dalam implementasi sistem KRIS ini di fasilitas kesehatan tersebut.
Peningkatan Fasilitas dan Privasi Pasien KRIS
Ruangan KRIS di RSUD Rejang Lebong akan menghadirkan sejumlah perbedaan mencolok dibandingkan dengan ruang rawat inap sebelumnya. Salah satu perubahan utama adalah pengurangan jumlah tempat tidur per ruangan. Kini, setiap ruangan hanya akan menampung empat unit tempat tidur, menghilangkan kesan berdesakan yang mungkin terjadi sebelumnya.
Untuk meningkatkan privasi pasien, setiap tempat tidur akan dilengkapi dengan gorden pembatas. Ini memastikan bahwa setiap individu memiliki ruang pribadi yang lebih terjaga selama masa perawatan. Peningkatan privasi ini merupakan bagian integral dari upaya RSUD Rejang Lebong dalam memberikan pelayanan yang lebih manusiawi dan nyaman.
Selain itu, setiap ruang pelayanan KRIS juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang lebih baik. Fasilitas tersebut meliputi penyejuk udara (AC) untuk kenyamanan suhu ruangan. Kamar mandi juga akan tersedia di setiap ruangan, memberikan kemudahan akses bagi pasien tanpa harus keluar dari area perawatan.
Kelengkapan fasilitas lainnya mencakup haddwall dan exos, yang mendukung lingkungan perawatan yang lebih higienis dan fungsional. Peningkatan ini menunjukkan komitmen RSUD Rejang Lebong untuk memenuhi standar pelayanan KRIS yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Sistem Oksigen Sentral dan Target Operasional
Inovasi lain yang diterapkan dalam sistem KRIS di RSUD Rejang Lebong adalah perubahan pada sistem penyimpanan tabung oksigen. Sebelumnya, tabung oksigen mungkin ditempatkan di dalam ruang rawat inap, namun kini akan dibuat sentral. Sistem penyimpanan tabung oksigen akan dipusatkan dalam satu ruangan khusus.
Dengan sistem sentralisasi ini, tidak akan ada lagi penempatan tabung oksigen di dalam ruang rawat inap pasien. Hal ini tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih lapang dan terorganisir. Pasien dan petugas medis dapat bergerak lebih leluasa tanpa terhalang oleh peralatan medis yang tidak terintegrasi.
Penyiapan 21 ruangan KRIS di RSUD Rejang Lebong ini memiliki target operasional yang jelas. Manajemen rumah sakit menargetkan fasilitas ini sudah bisa berfungsi penuh pada akhir tahun 2025. Proses persiapan yang sedang berjalan saat ini diharapkan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Plt Direktur RSUD Rejang Lebong berharap bahwa dengan adanya ruang pelayanan KRIS ini, kualitas pelayanan medis akan meningkat secara signifikan. Peningkatan ini diharapkan dapat membuat pasien yang menjalani pengobatan merasa lebih nyaman dan aman. Pada akhirnya, kenyamanan dan keamanan ini diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan pasien.
Sumber: AntaraNews