IGD RSUD Rejang Lebong Siap Layani Pasien 24 Jam Selama Libur Lebaran 2026
Masyarakat Rejang Lebong tak perlu cemas! IGD RSUD Rejang Lebong memastikan layanan 24 jam penuh selama libur panjang Lebaran 2026, siaga tangani kondisi darurat medis.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan optimal selama periode libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Rejang Lebong dipastikan akan beroperasi penuh selama 24 jam tanpa henti. Langkah ini diambil untuk menjamin penanganan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Rejang Lebong, Asep Setia Budiman, menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir jika mengalami kondisi kedaruratan medis. Ia menekankan bahwa IGD akan terus memberikan pelayanan prima. Keputusan ini berlaku efektif mulai tanggal 18 hingga 24 Maret 2026, mencakup cuti bersama perayaan keagamaan tersebut.
Jaminan pelayanan 24 jam ini merupakan bagian dari upaya RSUD Rejang Lebong dalam menjaga kesehatan dan keselamatan warga. Terutama bagi mereka yang berada di wilayah Rejang Lebong maupun para pemudik yang melintas. Kesiapan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Jaminan Layanan Kedaruratan Medis Tanpa Henti
Asep Setia Budiman, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, menjelaskan bahwa operasional IGD RSUD Rejang Lebong yang tetap buka 24 jam adalah prioritas utama. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap kasus kedaruratan medis dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Tim medis dan fasilitas penunjang di IGD telah disiagakan untuk menghadapi potensi peningkatan pasien selama libur panjang.
Kesiapan ini mencakup personel medis yang memadai serta ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis esensial. Dengan demikian, kualitas pelayanan tidak akan menurun meskipun dalam suasana libur panjang. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu mencari pertolongan medis jika mengalami gejala darurat.
Fokus utama adalah memberikan respons cepat terhadap kondisi gawat darurat yang memerlukan intervensi medis segera. Baik itu kecelakaan, penyakit mendadak, atau kondisi lain yang mengancam jiwa. RSUD Rejang Lebong berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Imbauan Penting untuk Pasien dan Pemudik
Selain memastikan layanan IGD, Asep juga memberikan imbauan khusus bagi pasien rujuk balik (PRB) yang memiliki jadwal pengambilan obat. Pasien PRB disarankan untuk mengambil persediaan obat mereka lebih awal, paling lambat tujuh hari sebelum obat habis. Langkah antisipatif ini bertujuan agar pengobatan pasien tetap berjalan teratur selama masa libur panjang.
Bagi pasien yang memiliki jadwal kontrol kesehatan selama periode libur panjang tersebut, disarankan untuk melakukan penyesuaian jadwal kunjungan. Hal ini penting agar mereka tetap bisa mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi medis yang diperlukan tanpa terganggu oleh jadwal libur. Koordinasi dengan pihak rumah sakit atau puskesmas terdekat sangat dianjurkan.
Asep juga mengimbau seluruh masyarakat Rejang Lebong dan pemudik yang melintas di wilayah tersebut untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. Selain RSUD Rejang Lebong, terdapat 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di Rejang Lebong. Semua fasilitas ini siap memberikan pelayanan kesehatan jika terjadi gangguan kesehatan.
Sumber: AntaraNews