Pemkab Donggala Gelontorkan Rp14,9 Miliar untuk Perbaikan Drainase dan Jalan, Wajah Kota Tua Berubah Cantik!
Pemerintah Kabupaten Donggala mengalokasikan Rp14,9 miliar untuk perbaikan drainase dan jalan, mengubah wajah kota tua menjadi lebih tertata dan cantik.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, mengumumkan alokasi dana fantastis untuk peningkatan infrastruktur. Dana sebesar Rp14,9 miliar ini akan difokuskan pada perbaikan drainase dan jalan di kawasan ibu kota kabupaten.
Langkah strategis ini diambil untuk mewujudkan visi Bupati Vera Elena Laruni dalam menata kembali "kota tua". Tujuannya adalah menjadikan kawasan tersebut lebih cantik, tertata, dan nyaman bagi seluruh masyarakat serta pengunjung.
Proyek ini mencakup pengaspalan jalan sepanjang 5,7 kilometer yang terbagi dalam 14 ruas. Selain itu, pembangunan drainase akan dilakukan di sejumlah kelurahan, mulai dari Maleni hingga Labuan Bajo, yang sebelumnya kurang tertata.
Anggaran Fantastis untuk Infrastruktur Kota Tua
Pemkab Donggala telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,9 miliar khusus untuk program peningkatan infrastruktur. Dana ini dialokasikan untuk perbaikan drainase dan jalan di wilayah ibu kota kabupaten.
Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Donggala, Anjas Setiawan, anggaran tersebut mencakup pengaspalan jalan. Total panjang jalan yang akan diaspal adalah 5,7 kilometer, terbagi dalam 14 ruas berbeda.
"Jadi penataan kota tua yang terletak di ibu kota Kabupaten Donggala itu merupakan program Bupati Vera Elena Laruni agar kawasan tersebut semakin cantik dan tertata," ujar Anjas Setiawan saat ditemui di Banawa.
Pelaksanaan pembangunan drainase akan difokuskan pada beberapa kelurahan, membentang dari Maleni hingga Labuan Bajo. Kawasan ini dipilih karena sebelumnya dinilai belum tertata dengan baik, sehingga membutuhkan intervensi perbaikan yang signifikan.
Mengatasi Banjir dan Mendukung Pariwisata
Salah satu tujuan utama dari perbaikan drainase Donggala adalah untuk meminimalisir risiko banjir. Dengan sistem drainase yang tertata baik, diharapkan genangan air dapat berkurang dan kondisi jalan menjadi lebih rapi.
Anjas Setiawan menjelaskan bahwa perbaikan ini sangat penting. "Harapannya dengan adanya perbaikan drainase yang tertata sehingga jalan akan terlihat rapi dan risiko banjir bisa diminimalisir," katanya.
Selain itu, ruas jalan dari Kelurahan Maleni hingga Labuan Bajo merupakan jalur vital menuju berbagai destinasi wisata. Area ini menghubungkan ke Tanjung Karang, Wisata Kura-kura, dan kawasan wisata Kelurahan Boneoge, sehingga infrastruktur yang baik akan mendukung aksesibilitas pariwisata.
Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran tambahan untuk infrastruktur pendukung. Sebanyak Rp4,9 miliar telah disiapkan untuk pembangunan trotoar, dan anggaran perubahan tahun ini menambah Rp3 miliar lagi khusus untuk perbaikan trotoar serta pemasangan lampu penerangan jalan di ibu kota Donggala.
Dongkrak Potensi Wisata dan Penataan Kota
Selain fokus pada perbaikan drainase Donggala dan jalan, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan sektor pariwisata. Tahun ini, dua lokasi wisata utama sedang dibenahi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menegaskan bahwa perbaikan sarana dan prasarana di kawasan wisata merupakan prioritas. "Dinas Pariwisata sudah melakukan pemetaan terhadap dua lokasi wisata untuk pembenahan dan perbaikan yakni Pantai Tanjung Karang dan Pantai Boneoge, termasuk membangun hotel serta penginapan dengan kapasitas 100 kamar," jelas Vera.
Pembenahan infrastruktur di ibu kota Kabupaten Donggala, khususnya di Kecamatan Banawa, menjadi salah satu fokus utama. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih baik.
Bupati Vera Elena Laruni berharap, "Ke depan kawasan di Banawa ini harus lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat." Upaya komprehensif ini menunjukkan komitmen Pemkab Donggala dalam membangun daerah secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews