Tahukah Anda? Pakar Ingatkan Dua Zona Megathrust Indonesia Paling Berbahaya, Berpotensi Tsunami Dahsyat!
Pakar Teknik Sipil Unand, Prof Fauzan, mengingatkan potensi bahaya dua zona Megathrust Indonesia yang paling diwaspadai, yaitu Selat Sunda dan Mentawai Siberut, berpotensi tsunami dahsyat.
Pakar Teknik Sipil dan Struktur Tahan Gempa dari Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand), Prof Fauzan, baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius. Ia menyoroti potensi ancaman dari dua zona megathrust paling berbahaya di Indonesia. Peringatan ini disampaikan dalam sebuah workshop kebencanaan di Padang, Sumatera Barat.
Dua zona yang dimaksud adalah Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai Siberut. Kedua wilayah ini memiliki potensi risiko tertinggi di antara 12 segmen megathrust yang teridentifikasi di Nusantara. Kondisi geografis Indonesia di 'ring of fire' Pasifik menjadi penyebab utama kerentanan ini.
Prof Fauzan menjelaskan bahwa potensi gempa di kedua zona ini sangat besar dan dapat memicu gelombang tsunami dahsyat. Hal ini disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik yang terus menerus. Akumulasi energi dapat dilepaskan secara tiba-tiba, menimbulkan bencana besar.
Ancaman Megathrust di Cincin Api Pasifik
Indonesia secara geografis terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, atau dikenal sebagai ring of fire. Kawasan ini merupakan titik pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Pertemuan lempeng-lempeng ini secara alami menghasilkan aktivitas seismik dan vulkanik yang sangat tinggi. Oleh karena itu, risiko terjadinya gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi di Indonesia sangat besar.
Prof Fauzan menegaskan bahwa gempa megathrust adalah jenis gempa terkuat yang terjadi di zona subduksi. Zona subduksi merupakan area di mana satu lempeng tektonik menunjam ke bawah lempeng tektonik lainnya. Pergerakan lempeng yang terus-menerus ini menyebabkan akumulasi energi yang sangat besar di bawah permukaan bumi. Energi tersebut sewaktu-waktu dapat dilepaskan secara tiba-tiba, memicu gempa bumi dengan kekuatan dahsyat.
Akumulasi energi yang dilepaskan dalam gempa megathrust tidak hanya menimbulkan guncangan hebat. Gempa jenis ini juga berpotensi besar untuk memicu gelombang tsunami yang merusak. Oleh karena itu, pemahaman dan kewaspadaan terhadap fenomena megathrust menjadi sangat krusial bagi keselamatan masyarakat. Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana ini harus terus ditingkatkan.
Megathrust Mentawai Siberut: 'Seismic Gap' Paling Berbahaya
Di antara dua zona megathrust yang diwaspadai, Megathrust Mentawai Siberut menonjol sebagai salah satu 'seismic gap' paling berbahaya di dunia. Istilah 'seismic gap' merujuk pada segmen patahan yang telah lama tidak mengalami gempa besar. Ini menunjukkan bahwa energi tektonik terus terakumulasi tanpa pelepasan yang signifikan. Para ilmuwan mengkaji bahwa zona ini belum melepaskan energi besar sejak tahun 1797 dan 1833.
Prof Fauzan mengingatkan bahwa meskipun tidak ada yang mengharapkan, potensi terjadinya pelepasan energi di Mentawai Siberut sangat mungkin terjadi. Dalam catatan sejarah, gempa yang melanda pada tahun 1797 dan 1833 menimbulkan kerusakan parah. Banyak korban jiwa berjatuhan di Kota Padang akibat peristiwa tersebut. Analisis ahli menunjukkan bahwa zona Megathrust Mentawai Siberut ini berpotensi menimbulkan gempa dengan magnitudo sembilan.
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut menegaskan temuan ini. Mereka menyatakan bahwa zona Megathrust Mentawai Siberut menyimpan energi yang sangat besar. Energi tersebut berpotensi menimbulkan bencana alam berskala besar di masa mendatang. Oleh karena itu, antisipasi dan mitigasi bencana menjadi sangat penting untuk wilayah ini.
Sumber: AntaraNews