Sekolah Rakyat Berjalan 2 Pekan, Masalah Kekerasan Fisik dan Perundungan Jadi Perhatian Khusus
Selain kesehatan, ada tiga hal lain yang menjadi perhatian utama Gus Ipul, yaitu bullying (perundungan), kekerasan fisik dan seksual.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar rapat evaluasi dan memeriksa berjalannya Sekolah Rakyat, Minggu (26/7). Hal itu dilakukan usai Sekolah Rakyat berjalan dua pekan.
Sejak dimulai 14 Juli, kegiatan pelajar di Sekolah Rakyat memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dia melihat, ada beberapa siswa yang menderita gangguan kesehatan di masa penyesuaian. Oleh karena itu, Kepala Sekolah dipesankan untuk bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memberi perawatan kepada mereka hingga sembuh.
"Seperti arahan Presiden Prabowo, masalah kesehatan anak-anak ini akan kita atasi bersama-sama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat dengan layanan yang sesuai dengan fasilitas kesehatan di sana," kata pria karib disapa Gus Ipul saat rapat dengan seluruh Kepala Sekolah Rakyat seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (27/7).
Selain kesehatan, ada tiga hal lain yang menjadi perhatian utama Gus Ipul, yaitu bullying (perundungan), kekerasan fisik dan seksual. Dia meminta para kepala sekolah untuk memberikan perhatian khusus.
"Saya titipkan sejak awal kepada para kepala sekolah. Ini sedang dimatangkan kurikulumnya, SOP-nya, kode-kodenya supaya para kepala sekolah memiliki standar yang sama dalam memitigasi tiga hal yang tidak boleh terjadi di sekolah rakyat tersebut," minta dia.
Selain itu, Gus Ipul juha meminta tiga hal itu dimitigasi denvan menggandeng tim kurikulum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk membuat Standar Operasional Prosedur (SOP).
Pentingnya Kerja Tim
Gus Ipul juga mengingatkan pentingnya bekerja sebagai tim. Meski Kementerian Sosial dan Sekolah Rakyat memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing, dia berpesan agar komunikasi tetap berjalan baik dan semua bisa menjalankan tugas dan perannya secara maksimal.
"Kita ini satu tim yang punya tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mari kita selesaikan tugas kita masing-masing. Mari bekerja sebagai tim," Gus Ipul memungkasi.
Sebabai informasi, sebanyak 100 Sekolah Rakyat telah berdiri di berbagai penjuru Indonesia pada tahun 2025. 63 titik telah memulai MPLS dan 37 sisanya akan beroperasi saat renovasi bangunan selesai pada akhir Juli atau awal Agustus.
Diketahui, latar belakang anak dari tiap daerah yang berbeda di tiap Sekolah Rakyat dapat memicu permasalahan yang berbeda pula. Karenanya, penanganan yang dilakukkan Kepala Sekolah harus tetap berpegang pada norma dan batasan yang berlaku.